Sunday, May 28, 2017

Contoh Cerita Cinta Mengharukan Bikin Nangis

Contoh cerita cinta mengharukan bikin nangis, kira-kira seperti apa ya? Kalau sesuai tema, tentu saja kisah yang disuguhkan akan mampu membuat air mata kita mengalir. Dari tema yang dijudul di atas jelas sekali ada kepedihan dan kesedihan yang mendalam dalam kisah cerpen berikut.

cerita cinta yang mengharukan

Judulnya “kebahagiaanmu lebih berarti”. Nuansa dari judul cerpen itu sepertinya menyiratkan sebuah pengorbanan yang begitu besar. Ada suatu pertentangan yang begitu besar antara dua sisi kehidupan atau mungkin kebutuhan dan cinta. Penasaran, kalau hanya membaca judulnya tidak akan cukup.

Kehabagiaanmu Lebih Berarti
Cerita Cinta Mengharukan

“Ya Alloh… kenapa ini terjadi…” Sari duduk di sisi ranjang dengan meremas jari-jemari tangan. Gelisah. Air bening mengalir di pipi. Batinnya menjerit pilu. Kedua bibirnya terkatup kuat. Bola matanya merah, perih.

Malam semakin larut. Mata Sari masih terbuka lebar. Siksa batin tak bisa melelapkan matanya. Dilema yang ia alami begitu kuat. Angin malam menyelinap dari sela jendela. Membelai rambutnya yang hitam. Tak berarti.

Jangkrik malam bernyanyi. Burung hantu mendendangkan lagu asmara. Cicit hewan malam mencoba mengalihkan perhatian Sari. Tak mampu. Sari terkubur dalam diam. Kebimbangan dan kegelisahan menggerogoti hati. Rasa cinta menusuk-nusuk jiwa. Hampir semalaman, Sari tak sedetikpun terpejam.

Fajar mulai menjelang. Suara kokok ayam menembus dinding rumah yang tinggi. Mengusik kesadaran Sari yang diselimuti letih tak tidur semalaman.

“Bu… Ibu… sudah siang… ibu enggak ngantor?” “Hem…” “Tumben Ibu jam segini kok belum bangun… Apa ibu sedang libur ya?” Wulan bergegas ke dapur. Ia segera menyiapkan sarapan. Menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah.

“Hem… kamu sudah masak nak…”
“Iya bu… sarapan sudah siap. Sudah beres semua. Ibu baru bangun, enggak ngantor tah bu. Ibu enggak enak badan ya?”
“Iya… ibu sedikit gak enak badan nak…”
“Lo… ibu kenapa, mata ibu bengkak. Merah… ibu habis nangis… ada apa bu…”
“Enggak nak, ibu ngantuk aja tadi malam susah tidur…”
“Ya sudah, ibu sarapan dulu aja. Habis itu istirahat. Apa perlu aku panggilkan dokter bu?”
“Enggak usah nak… ibu istirahat aja. Nanti juga enakan… kamu enggak ke kampus?”
“Nanti agak siang bu… Cuma ada satu mata kuliah…”

Sari segera membersihkan diri dan mengambil sarapan. Wulan meneruskan aktivitasnya. Jam 10, Wulan sudah santai di depan tv sambil membaca sebuah buku yang cukup tebal. Tak henti-hentinya ia membolak-balik lembaran buku berwarna biru tersebut.

Tak berapa lama ia meraih ponsel dan menuliskan pesan singkat. “Mas, sore nanti jalan-jalan yuk…”, ia segera mengirim pesan itu ke nomor Lerian.

Tak lama, segera ada balasan ke ponsel Wulan. Wulan tersenyum-senyum simpul membaca pesan singkat itu. Ia kemudian menutup buku di tangannya dan segera pergi ke kamar. Siap-siap berangkat kuliah.

“Bu… aku berangkat kuliah ya Bu… Ibu istirahat aja di rumah…”
“Iya nak…”

Setelah berpamitan dengan sang Ibu, Wulan menuju kampus menggunakan taxi. Ia keluar dengan hati berbunga-bunga. Hari itu ia akan jalan-jalan dengan pria yang ia cintai. Semakin hari, Wulan memang sudah semakin cinta pada Lerian. Padahal sebenarnya belum ada ikatan apapun diantara mereka. Bahkan Lerian pun tak pernah mengungkapkan perasaannya pada Wulan. Sebaliknya, Wulan menganggap itu hanya masalah waktu. Meski Lerian belum menyatakan cinta namun sikapnya yang hangat dan pengertian sudah pasti “sesuatu”.

Jam lima sore, sepulang Lerian dari kantor, ia segera menjemput Wulan di kampus dan membawanya jalan-jalan sore. Mereka tampak begitu serasi, bahagia. Wulan begitu sumringah. Bahagia, lupa segala hal lain.

***

Surya mulai tenggelam. Anak gadisnya belum juga pulang. Sari mulai gelisah, takut ada apa-apa dengan anak semata wayang peninggalan suaminya dahulu. Ia beranjak ke ruang tamu. Menatap tajam jam yang tergantung di dinding, “kemana ini anak, jam segini kok belum pulang…”

Ia segera meraih ponsel. “Wulan… kamu dimana nak, kok belum pulang…”, tanya Sari. “Iya bu… maaf lupa ngasih tahu, Wulan lagi nonton sama Lerian…”, jawab Wulan di seberang telepon.

Ada perasaan lega sekaligus teriris di hati Sari. Lega karena ia tahu benar bahwa Lerian adalah sosok lelaki yang bertanggungjawab dan tidak neko-neko. Sakit dan teriris manakala ia mengetahui putrinya sedang bersama pria yang ia cintai.

Sari melangkah ke depan. Menutup pintu yang sedari tadi terbuka. Ia kemudian ke ruang tengah dan menghidupkan televisi. Beberapa kali remote di pencet. Ia pun rebahan lemas di sofa.

***

“Sampai di sini aja mas…” Wulan meminta Lerian untuk menghentikan motornya. “Kenapa Wulan, kenapa enggak sampai rumah sekalian…?”, tanya Lerian. “Enggak usah mas, nanti mas Lerian kemalaman…”, jawab Wulan. “Kenapa sih, memang enggak pantas ya mas Lerian bertemu orang tua kamu…?”, tanya Lerian.

“Bukan enggak pantas mas, tapi belum saatnya, nanti aja…”
“Nanti, nanti kapan…?”
“Nanti… nanti kalau mas Lerian sudah menyatakan cinta sama Wulan…”

Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Wulan segera berlari kecil meninggalkan Lerian. Jantungnya berdetak begitu kencang. Ada perasaan takut dan juga bahagia menyelimuti hati Wulan. Ia pun bergegas menuju rumah. Baru menjejakkan kaki di pintu, ponsel Wulan berbunyi.

“Halo…”
“Udah nyampe rumah…?”
“Udah mas, kenapa?”
“Enggak… khawatir aja kamu jalan sendirian…”
“Enggak ada apa-apa kok mas, ini udah di dalam rumah…”
“Ya sudah kalau begitu ya…”
“Iya mas…”

Wulan segera masuk ke kamar, tidak menyadari keberadaan ibunya di ruang tengah yang sedang berbaring di sofa. Melihat anak perempuannya pulang dengan selamat, tak kurang satu apapun, Sari segera beranjak mengunci pintu depan. Sebelum menuju ke kamar, Sari sempat melihat putrinya sedang tersenyum – senyum sambil bernyanyi kecil di kamarnya. Ia pun membiarkan Wulan dan langsung masuk ke kamar.

***

Hari bergulir begitu saja. Tanpa terasa kedekatan Wulan dan Lerian semakin nyata. Sari semakin menyadari bahwa putrinya benar-benar menaruh hati pada sosok Lerian. Ia pun memberanikan diri mengambil keputusan paling pahit dalam hidupnya.

Pagi, seperti biasa ia berangkat ke kantor. Menjalankan rutinitas sehari-hari untuk bertahan hidup. Di sela-sela waktu, beberapa kali Lerian mencoba mencari celah untuk ngobrol berdua. Sari mencoba menghindar sebisa mungkin. Sampai sore, ketika jam kerja usai…

“Sar… tunggu…”
“Iya mas… ada apa?”
“Beberapa minggu ini kita sibuk sendiri-sendiri, gimana kalau makan malam di luar…?”
“Ah mas, aku sudah ditunggu di rumah…”
“Ah tidak apa-apa, sebentar saja… yuk…”

Lerian segera menggandeng tangan Sari. Tak berdaya. Merasakan pegangan tangan Lerian yang hangat, Sari menurut bak kerbau. Ia melangkah disamping Lerian. Menuju tempat makan biasa yang mereka datangi.

“Sar… kapan aku ke rumah. Aku sudah tidak sabar ingin mengenal Tri… kamu kan sudah janji…”
“Iya mas… maaf…”
“Loh, memang kenapa sih…?”
“Iya mas… aku ingin bicara serius sama kamu…”

“Kenapa sih Sar, kamu jangan bikin aku takut ya…”
“Mas… sepertinya hubungan kita hanya bisa sampai di sini. Aku tidak bisa mas…”
“Loh… kenapa… kenapa tiba-tiba kamu seperti itu sari. Ada apa sayang?”
“Tidak mas… aku tidak bisa… bukan karena ada orang lain, atau ada cinta lain selain kamu tapi aku punya kewajiban untuk mengurus putriku yang semata wayang… aku tidak bisa mas…”

Sambil berderai air mata, Sari berlari meninggalkan Lerian yang tak bisa berkata sepatah katapun. Ia terus berlari dan terus berlari hingga ditelan malam. “Maaf mas, sekali lagi maafkan aku…”

---oOo---

Saturday, May 27, 2017

Contoh Cerita tentang 7 Hari Mencintaiku

Cerita tentang 7 hari mencintaiku berikut ini dipersembahkan oleh seseorang yang hatinya sedang luka. Sedih mengingat seorang kekasih yang kini telah pergi jauh meninggalkan hidupnya. Mendengar cerita ini mungkin saja rekan pembaca akan menangis, meratapi kepiluan cinta yang terjadi.

7 hari mencintaiku

Bayangkan bagaimana perihnya jika seorang kekasih hanya memiliki waktu 7 hari saja untuk mencintai orang yang disayangi. Jika tahu, tentu dunia seisi-nya akan rela diberikan untuk sang kekasih. Tapi bagaimana jika tidak tahu?

Kalau dibaca dari judulnya, hal yang bisa dibayangkan pertama kali adalah penyakit mematikan yang merenggut nyawa seseorang. Tapi ini tidak. Ini bukan karena sebuah penyakit yang memisahkan dua orang kekasih. Ini adalah sebuah kejadian yang tak disangka dan tak diduga sebelumnya, sebuah kecelakaan tragis yang memilukan. Seperti apa, simak langsung!

Dia yang Hanya 7 Hari Mencintaiku
Cerita Cinta Mengharukan

Indah dunia tak seindah cerita cinta yang ku alami. Pertemuan yang tak terduga, cinta yang tumbuh begitu saja dan akhir yang menyayat hati. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, aku bertemu dengan seorang pria yang mampu meruntuhkan tembok keangkuhan cintaku.

Pertemuanku dengan pria itu terbilang cukup sederhana dan tidak begitu istimewa. Waktu itu, aku dan dua sahabatku Jini dan Tata sedang santai di sebuah café. Seperti layaknya gadis lain, kami seru-seruan di sana. Saat kami sedang asyik, tiba-tiba datang seorang pemuda sendirian.

Bukan niat, tapi mataku tak sengaja melihat sinar matanya yang liar, seperti ada bara api-nya gitu. Hal yang tidak biasa bagiku, ketika dia sudah mengambil tempat duduk aku beberapa kali berusaha mencuri pandang.

Ternyata, wajah pemuda itu cukup tampan. Apalagi postur tubuhnya juga ideal. Kalau dilihat dari wajahnya, dia seperti perawakan orang india gitu. “Uh, ganteng juga tuh cowok…” tak sadar aku bergumam sendiri.

Kedua temanku juga merasakan yang sama. Tapi aku cenderung lebih bisa menahan diri. Aku secepat mungkin mencoba menyembuyikan apa yang ada di otak kotorku… takut ketahuan. Tak di sangka, setelah beberapa kali menerima lambaian tangan dan kedipan mata dari kedua temanku, pria itu bangkit dari tempat duduknya.

Eh, tahu tidak, ternyata… bukan Jini atau Tata yang ia dekati pertama kali tapi aku. Tentu saja aku tersipu malu ketika dia menatap mataku dalam. “Hai… boleh gabung…”, ucap pria itu sambil menatap ke arahku. Aku hanya diam, menunduk. Jini dan Tata yang langsung merespon dan mempersilahkan dia bergabung.

Entahlah, kalau menceritakan dia, hatiku masih saja teriris sakit. Perih. Frustrasi rasanya kalau ingat bagaimana ia pergi begitu saja setelah merampas sebagian hidupku. Air mataku juga tak bisa berhenti mengalir kalau aku ingat detik-detik terakhir aku melepasnya.

Suparman. Ya, kamu pasti akan tertawa kalau mendengar namanya itu disebut. Tapi pasti kamu tidak akan percaya bagaimana penampilan fisiknya. Teman-temanku memanggilnya “man”, sama seperti ketika kamu mengucapkan nama pahlawan super dari amerika “superman” atau “ironman”. Btw, fisiknya memang cocok untuk menjadi manusia super.

Meski sedikit pendiam, Parman cukup usil ketika pertama kali bertemu denganku. Ia tak segan menjabat tanganku dengan erat dan juga meminta nomor kontak. Tutur katanya yang sopan dan bahasanya yang lemah lembut itu yang membuat aku tak bisa berkutik. Bahkan, dengan baik waktu itu ia sudi mengantar kami pulang satu persatu.

Awalnya biasa, tapi setelah tiga bulan ia mengatakan tak bisa lagi menolak dan mengabaikan perasaan. “Jatuh cinta pada pandangan pertama”, ia mengaku sempat mengingkari kata hatinya. Ia juga mengaku menyesal dan berkali-kali meminta maaf karena hatinya telah tak berdaya denganku.

“Ah, dia sungguh – sungguh pria yang tahu bagaimana membuat wanita tersenyum.” Awalnya aku hampir mati penasaran karena ia tidak mengatakan siapa gadis yang mengganggu hatinya. Sampai akhirnya, di malam minggu yang sedikit mendung, dengan memegang sekuntum mawar putih, ia menyatakan cinta padaku.

“Rin… aku tidak bisa berbohong lagi. Sejak aku kenal kamu, bayanganmu selalu menghantui malam-malamku. Aku selalu memimpikanmu, bahkan mulai merindukanmu. Maafkan aku Airin, aku cinta kamu… Maukah kamu menerima cintaku yang tak sempurna ini?”

Entah waktu itu mulutnya habis dipoles dengan apa, aku tak tahu. Yang jelas, setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu indah, romantis. Aku tidak bisa berkata-kata selain mengangguk. Pelan.

Saat itu, aku adalah wanita paling bahagia. Saat berjalan beriringan di tepi jalan, ia langsung berada di sisi kanan melindungiku dari kendaraan. Menyiapkan kursi ketika aku akan duduk. Memberikan bunga yang indah. Aku benar-benar seperti seorang putri, bahkan nyamuk pun tak ada yang berani mengigitku saat ada dia.

Malangnya aku, malangnya Suparman. Kebahagiaan itu hanya sekejab. Ia hanya bisa 7 hari mencintaiku. Kecelakaan itu merebut kebahagiaan kami, kebahagiaanku. Semua impian dan cintaku terkubur bersama jasad kekasihku itu.

Tujuh hari sejak dia menyatakan cinta, adalah masa-masa paling indah dalam hidupku. Hari-hari setelahnya menjadi neraka dunia bagi kehidupanku.

Sore itu, kami berniat pulang setelah menghabiskan akhir pekan di puncak. Kondisi badan kami memang sedikit letih. Mungkin konsentrasi kami kurang, apalagi kami mengendarai motor. Aku tidak begitu ingat persis bagaimana awalnya. Kala itu kami sedang bercanda dan tertawa ketika tiba-tiba motor oleng dan menabrak.

Detik berikutnya ketika aku sadar, aku sudah di rumah sakit dengan kaki kanan yang tak bisa dirasakan. Kekasihku tidak bisa diselamatkan, sementara aku harus puas dan bersyukur dengan kaki kanan yang hancur.

Kini, sisa hidupku hanya berisi sesal dan tangis. Meski kondisiku sudah pulih, aku harus berjalan dengan satu kaki. Kekasihku Parman yang telah pergi pun tak kan bisa kembali lagi. Aku sendiri tak ingat sudah berapa drum air mata yang pernah ku tangiskan. Aku juga tak tahu berapa tisu yang ku habiskan.

“Rin… maaf kan aku ya sayang jika cintaku tak bisa sempurna…”, banyak kata-katanya yang selalu muncul di mimpiku. “Bahkan sampai nafas ini terhenti, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu sayang…”

Banyak kata manis dan mesra yang masih segar dalam ingatanku. Tapi kini semua kata itu tak lagi membuat aku bahagia. Sebaliknya. Kenangan manis bersama dia membuat luka ini semakin perih. Entah bagaimana aku akan melewatkan sisa hidupku yang seperti ini.

Menjadi gadis cacat tidak aku sesali, kehilangan kekasih dengan cara yang tragis seperti itu yang selalu aku tangisi. Bukan aku sendiri, keluargaku, saudaraku, semua tak henti mendukung dan memberikan semangat. Tapi jujur, separuh jiwaku telah mati bersama Suparman.

Jika mungkin, aku lebih rela menunggu seribu tahun agar bisa bersamanya yang dilahirkan kembali. Mungkinkah semua itu terjadi padaku? Mungkinkah Parman akan menjelma menjadi sosok yang memelukku kembali?

---oOo---

Friday, May 26, 2017

Contoh Cerpen tentang Waktu yang Hilang

Contoh cerpen tentang waktu yang hilang berikut ini sedianya akan ditulis dalam bahasa Inggris. Tetapi karena keterbatasan maka kita dahulukan dulu yang menggunakan bahasa Indonesia agar bisa langsung dinikmati oleh rekan semua. Bagus kok, tidak membosankan, kisahnya cukup memberikan inspirasi.

cerpen waktu

Dari kisah dalam cerpen ini kita bisa belajar dan mengetahui bahwa masa muda memang masa yang sangat penting. Apalagi kita tahu bahwa waktu tidak bisa diputar ulang. Semua yang terlewat tidak bisa diulangi lagi. Kesempatan yang terbuang tidak akan bisa diraih lagi. Itulah sebabnya sejak kecil kita sudah harus belajar segala hal untuk masa depan.

Waktu yang Berlalu
Cerpen tentang Waktu

Yuli duduk terpaku seorang diri. Matanya sendu, menatap jalan yang ada tepat di depan rumahnya. Beberapa mobil fuso berderet menghalangi tatapannya yang tembus pandang. Ia hanya bisa merenung, mengingat segala peringatan, nasehat dan saran yang pernah sampai di telinganya.

“Nanti kamu menyesal Yul. Kamu harus sekolah. Setidaknya sampai SMA”
“Malas… untuk apa sekolah. Kakak aja sekolah jadi buruh. Buang-buang uang saja!”
“Kamu tidak boleh begitu Nak. Sekolah itu untuk masa depan kamu sendiri. Bukan untuk apa-apa, supaya kamu pintar”
“Pintar juga paling-paling jadi koruptor”

Kala itu, Yuli kecil menolak dengan keras anjuran ibu dan kakak-kakaknya untuk sekolah. Untung saja, setelah berdebat dan dirayu oleh sang ibu, Yuli akhirnya mau bersekolah SMA.

Tapi bagaimanapun sesal merasuki pikirannya setiap waktu. Bukan karena tak sekolah tapi karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Ibunya yang janda telah bersusah payah membiayai ia sekolah tapi ia tidak pernah serius.

Teman-temannya banyak yang kini sukses. Mereka yang rajin belajar dan menuntut ilmu sungguh-sungguh, pandai atau tidak banyak dari mereka yang sudah bekerja dengan gaji lumayan.

Sesekali matanya berkaca-kaca mengingat semua petuah yang ia abaikan. Tak sering, hanya sesekali saja ia sadar akan apa yang sudah hilang. Kala tak ada anak yang main di rumah. Kala ia duduk sendiri di sore itu, ia sering melamun dan menyesali apa yang sudah lewat.

“Sore-sore melamun, nanti disambar setan kamu Yul…”
“Eh… kamu Jo, ngagetin aja kamu ini!”
“Lagian kamu juga, mentang-mentang sendiri bawaannya melamun…”
“Parjo… Parjo… ya namanya sendiri ya melamun. Habisnya mau ngobrol sama siapa coba, setan?”

Untung saja ada Parjo, Yuli jadi sedikit terhibur, tak terlalu mengingat batin yang terganggu. Parjo kemudian mengeluarkan ponsel dari kantongnya. Ia kemudian menghidupkan lagu dari ponsel miliknya. Sore menjadi lebih sendu berbalut debu…

“Lama-lama bosan juga ya seperti ini terus…”
“Kenapa memang, bosan ya nikah aja…”
“Nikah paleloe…! Mau di kasih makan apa tuh anak orang”
“Nasi lah… memang makan rumput…!”

Yuli terdiam mendengar perkataan Parjo sahabatnya. Ia kemudian memandang ke arah sahabatnya dengan tatapan serius, “mbok ya bantu kawan mu ini Jo, cariin pekerjaan kek yang gajinya 5 juta…”
“Weh… aku aja gaji 2 juta habis di jalan mau cariin kamu gaji 5 juta… mending buat aku sendiri…” Parjo kemudian membenarkan posisi duduknya. “Sabar Yul, nanti kalau di kantor ada lowongan aku kasih tahu…”

Suasana kembali hening. Parjo tak melanjutkan perkataannya. Ia tahu jika diteruskan nanti suasana sore itu jadi tidak karuan. Ia memilih untuk mengalihkan perhatian Yuli pada hal lain. Cewek, apa lagi yang menarik selain hal itu untuk anak muda?

Dengan adanya Parjo, sore itu Yuli sedikit terhibur. Ia tidak terlalu terbebani dengan beban masa depan yang semakin nyata di depan mata. Setidaknya, dengan sahabat ia bisa kembali bernyanyi menghibur hati yang gundah.

***

Waktu berlalu. Dua minggu kemudian Yuli mendapat kabar baik. Di kantor Parjo bekerja ada lowongan. Parjo pun segera memberitahu Yuli dan menyuruh dia untuk melamar posisi di kantor tersebut.

“Ada kerjaan Yul… mau enggak kamu?”
“Kerjaan, serius kamu Jo!”
“Iya benar. Kemarin ada kawan dari personalia kasih kabar ada bukaan”
“Posisi apa Jo, aku mau daftar lah…”
“Staff admin… butuh 3 orang”
“Waduh, tugasnya apaan itu Jo? Kamu kan tahu aku bodoh”
“Admin ya surat menyurat, laporan segala macam Yul… Pokoknya kerjaan komputer gitu…”
“Ah, coba dulu waktu sekolah aku serius ya Jo. Aku kan enggak bisa komputer Jo…”
“Sudah, lamar-lamar aja Yul… siapa tahu diterima. Aku juga gak bisa bantu diterima enggak-nya…”
“Ya sudah, aku besok ngajuin lamaran lah…”

Yuli bersemangat. Setelah mendapatkan kabar dari Parjo ia langsung menyiapkan segala berkas lamaran yang diberitahukan sahabatnya. Tak menunggu lama, esok harinya Yuli langsung datang ke kantor Parjo dan melamar pekerjaan.

Setelah memasukkan berkas lamaran, Yuli diminta menunggu pihak perusahaan yang akan menghubunginya. Satu minggu berlalu, Jum’at siang, Yuli mendapat telepon dari kantor bahwa hari Senin depan ia harus mengikuti interview. Ia pun segera sibuk. Ia langsung ke rumah sahabatnya Parjo untuk bertanya mengenai proses interview di kantornya.

Sore hari, ia ke rumah Parjo, “Jo, Senin aku interview, gimana ya?”, tanya Yuli. “Gimana apanya Yul?”, tanya Parjo. “Ya, nanti waktu interview bagaimana?”, tanya Yuli. “Mengalir aja Yul, aku juga enggak tahu materinya apa apa. Pokoknya nanti kan kamu ditanya-tanya seputar pekerjaan dan lain-lain…”, terang Parjo.

Sampai larut, Yuli mencoba mengorek pengalaman sebanyak mungkin. Tampak di matanya bahwa ia sangat berharap bisa bekerja di kantor tempat Parjo bekerja. Dengan begitu, ia tak akan lagi menjadi bahan ejekan dan cemoohan orang-orang di sekitar rumahnya.

***

Hari yang ditunggu pun tiba. Pagi, Yuli sudah berdandan rapi layaknya pegawai kantoran yang mau berangkat kerja. Sepatu hitam, kemeja putih, celana hitam dengan tas kulit berisi beberapa berkas yang mungkin akan dibutuhkan.

Yuli keluar dari rumah dengan wajah sumringah. Ia mengendarai motor legenda tua miliknya dengan santai. “Mari Pak… Bu…”, Yuli begitu ramah menyapa semua orang yang ia temui. Hari itu ada rasa bangga ketika ia memakai pakaian rapi.

Sampai di kantor, ia segera mengelap keringat di pipinya. Ia merapikan pakaian. Dengan senyum simpul ia kemudian memasuki kantor di depannya.

Satu jam kemudian, pintu kaca di dorong dari dalam. Yuli keluar dengan kepala menunduk. Sambil berjalan ia melonggarkan dasi hitam yang terikat di kemeja yang ia pakai. Ia menenteng tas hitam dengan lemas. Tanpa gairah dan penuh rasa putus asa. Ia menghidupkan motornya, berlalu menuju taman kota.

“Sial… sial… kenapa nasibku seperti ini ya. Kapan aku bisa diterima bekerja seperti teman-teman lain…” Yuli menghela nafas dalam. Seribu perasaan berkecamuk di hatinya. “Belajar itu yang rajin Dek. Nanti kamu kalau enggak punya skill bakal susah cari kerja Dek…”

Tiba-tiba ia teringat nasehat ayuk-nya ketika masih sekolah. Saat itu sang ayuk memperingatkan dia untuk tekun dan rajin belajar. Ia harus sekolah dengan sungguh-sungguh. Meski hanya sma tapi kalau rajin dan bersungguh-sungguh pasti dapat ilmu yang bermanfaat.

Semua kini terbukti tapi waktu telah berlalu. Yuli tak bisa berbuat banyak selain memeluk perih. Andai saja ia rajin seperti teman lain, ia tentu bisa komputer dan bisa diterima bekerja di kantor Parjo. Nasi sudah menjadi bubur, waktu telah berlalu, Yuli harus tetap menjalani kehidupan yang sulit itu.

---oOo---

Thursday, May 25, 2017

My Name is Johny Isnanda, Teks Introduction Bahasa Inggris

Melengkapi pembahasan-pembahsan yang sudah ada terutama berbagai kisah cerita menarik, kali ini kita akan bercerita tentang sebuah pengalaman memperkenalkan diri (introduction) dalam bahasa Inggris. Ceritanya kita akan belajar berkenalan atau mengenalkan lebih jauh siapa diri kita kepada beberapa orang baru yang kita temui.

Teks Introduction Bahasa Inggris
My Name is Johny Isnanda, Teks Introduction Bahasa Inggris

Biasanya, perkenalan seperti ini dilakukan oleh para siswa atau mahasiswa atau kelas – kelas lain yang berhubungan dengan bahasa Inggris. 

Misalnya, dalam pelajaran bahasa Inggris kita akan dilatih untuk menceritakan siapa diri kita. Di kampus juga seperti itu. Untuk mahasiswa jurusan bahasa Inggris atau sastra inggris, perkenalan biasanya dilakukan saat mata kuliah speaking. Beberapa yang banyak di butuhkan antara lain sebagai berikut!

1) Memperkenalkan diri dalam bahasa inggris lengkap
2) Perkenalan diri dalam bahasa inggris saat interview
3) Perkenalan diri dalam bahasa inggris di depan kelas
4) Perkenalan diri dalam bahasa inggris untuk mahasiswa
5) Contoh perkenalan diri dan keluarga dalam bahasa inggris
6) Perkenalan diri bahasa inggris panjang
7) Perkenalan diri dalam bahasa inggris lengkap

Teks cerita di bawah ini hanya sebagai bahan belajar dan gambaran saja. Istilahnya sebagai contoh. Jadi, anggap saja ada seorang pria yang bernama Johny Isnandar yang akan memperkenalkan siapa dirinya.

Dalam perkenalan tersebut ia akan memberitahu siapa namanya, siapa ayah dan ibunya dan juga mengenai saudara-saudaranya. Selain keluarga, akan dijelaskan juga mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan hobi. Ada banyak, nanti akan diceritakan satu per satu mulai dari olahraga, makanan, minat dan seterusnya. Lebih jelas, mari langsung kita baca.

My Name is Johny Isnanda
Perkenalan dalam Bahasa Inggris Singkat

Hi all. On this occasion I will introduce my self. We may have met before. But I'm sure we haven't been acquainted. My name is Johny Isnanda. You guys can call me Johny or Isnanda. I was the oldest of five children.

I come from a small village. I come from a family of farmers. Before arriving at this place, I usually spend my time in the rice fields or in the garden.

My dad is Tarjo. He was a hard worker. He is working from morning until late at night. Everyday my father works at farm field. He is also working on rice fields and farms. Our family has quite a lot of cattle. We maintain a cow, camp and also chicken.

Every day, after work in the rice fields, my father went looking for fresh grass for the cattle. He does not work on his own. Mother always helps him work. Early morning, mother prepares breakfast. After that, she joins my father to rice fields. In addition to helping fathers, mothers also take care of the cattle, goats and chickens. He also never tired of taking care of the kids at home.

My mother’s name is Marni. She is very pretty. He was also very patient and affectionate with her children.

In the House, besides mom and dad there are my brothers and sisters. They named the Diamon, Luki, Resi and Grace. Diamon and Luki were able to help families while Resi and Grace are still small. We are living in the village happily. We don't lack anything.

Now, let's talk a little bit about hobbies and so forth. Different from most people, I love volley ball. I do not like football. The reason is simple; I think that football inspires people to have gambling. Beside voly ball, I also love chess. For me, chess is a means to train intelligence and strategy.

In addition, I also really enjoy cycling. I used to bike around the village. On weekends, I often spend time going by bike. Not only healthy, cycling is also great fun.

Besode sports, I also like eating. My favorite foods are meatballs. Yes, not unique but eat meatballs for me is so much fun. In addition I also love dogfruit. Do you know dogfruit?

I don't like instant food but I really like the noodles. Noodles only, others it is not for me. Speaking of food, I was very happy when lebaran, idul fitri. All kinds of foods there, you can imagine, one large table contains the full range of food.

The most interesting food for me is the brightly colored. Yes, I really love the bright colors such as red, yellow and green. My favorite color is yellow, the second is red.

Oh yes, how about music and movies? My favorite movie is science fiction. Nothing else, just science fiction films that I like. Comedy, no; I don't like comedy. And for music, I love romantic.

Romantic music is awesome. They can soften the soul and soothe the mind. I also love traditional music from various regions. How about you, do you like traditional music?

Actually, I have a lot of hobbies. But if I tell you here, two days will not be finished. So, let's talk about other things. Oh yes, I also love traveling and photography. Having a vacation to a new place is a great adventure for me. Capture the natural scenery in the cell phone becomes an unavoidable thing that I do.

---oOo---

These Are My Hobies

Talk about your favorite music is of course highly subjective. Each person will have their own favorites, so do I. I was the one who like soft. I don't like noisy music with fast tempo. I prefer the kind of music that could make people dreaming, thinking.

Since childhood, my favorite music type does not change. Since starting to like the music, I really enjoy the slow rock in 2009. This may be related to my personal characteristic. 

In contrast to characteristics, I like the songs that sharp and touched many themes. I don't only like love songs. I enjoy lot of songs with themes of life. Songs about politics for example, I really like it.

Other than that, I really enjoyed the songs that tell about social isues. Religious, I also love these songs.

For music, I like the song not only from within the country but also abroad. One of the local songs that I like is a song titled "samar bayangan" sung by Nicky Astrea. The song was very touched my heart, I really like and play them often.

If that from abroad, there is a song that often become my friend. That song is a song entitled "25 minutes" by MTLR. The song tells the story of a love that is very tragic. You certainly know the song isn't it?

I also sometimes observed the development of music. In the recent times, I began to doubt the quality of young musicians at this time. Many of them are “karbitan”, can not continue to work. They only appear for a moment and then disappear in the thrash. Is it true? What do you think?

Who doesn't like movie? Most people like movie. I also love movie. Science fiction became one of the genres that I like. I do not like the drama especially about love.

In my spare time, I often watch movies in theaters. Even sometimes I go to the theater alone, sometimes with a friend. The movie is important thing to me. It's not just sheer entertainment, it also gives a lesson. We can learn morality, learn ethics and so forth.

There is one movie that has always been interesting to me, that movie is “the lord of the rings”. This one for me was amazing. 

There is a series of science fiction film which I love most. There are lots of superhero movie of Marvels that I liked especially related to science. When talking about movie with friends, it's usually not enough of one or two hours. This is realistic because I really love to watch movies.

But don't get wrong of me. Although watching movie is my hobbies, I am one of those who do not like naruto and others. Somehow, I don't even know for sure why I don't like this type of movie. That's a little bit about my hobbies.

Now, I think you're a little closer to me, isn't it? That’s my entire introduction. Now it's your turn to tell me who you are.

---oOo---

Contoh di atas hanya sebagai pemanasan saja. Ke depan nanti akan diberikan lebih banyak teks bahasa Inggris lain yang sering dibutuhkan. Nanti pelan-pelan kita akan belajar berbagai hal menggunakan artikel-artikel pendek bahasa Inggris mengenai berbagai tema. 

Lain waktu kita akan membahas lebih detail mengenai berbagai macam hobi. Misalnya saja untuk yang hobi sepak bola nanti akan kita buat artikel tentang sepak bola, yang hobi jalan-jalan pun demikian dan seterusnya. 

Satu persatu akan kita lengkapi. Dengan begitu kita akan mendapatkan banyak sekali bahan bacaan dan juga bahan belajar dari sini. Kami sangat berharap rekan pembaca semua bisa terbantu dalam mendalami bahasa Inggris. 

Agar tidak ketinggalan berbagai kisah menarik yang ada maka ada baiknya rekan semua mencatat alamat situs ini. Ingat ya, situsnya dicatat agar mudah mencari teks bahasa Inggris yang dibutuhkan. Ya sudah, kali ini itu saja dulu. Silahkan dilanjutkan ke beberapa cerita dan contoh lain yang sudah disiapkan. 

Kalau mau mencari yang lebih sesuai silahkan gunakan kotak pencarian ya, di sisi kanan situs. Kalau yang mirip dengan yang di atas bisa dilihat langsung dibagian bawah. Paling tidak ada lima judul lain yang bisa langsung dinikmati.

Cerpen tentang Wanita Berhijab Inggris dan Indonesia

Cerpen bahasa Inggris kali ini akan mengangkat tema tentang wanita berhijab. Tema ini masuk dalam kategori religi yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Tentu saja ceritanya bukan saja untuk hiburan tetapi juga untuk pembelajaran menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

cerpen wanita berhijab
Cerpen tentang Wanita Berhijab Inggris dan Indonesia

Karya sederhana ini bisa digunakan sebagai bahan latihan untuk pembaca semua dalam mengungkapkan gagasan dan pikiran dalam bentuk sebuah tulisan atau karangan. Selain itu, karya ini juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa Inggris. Sebegai contoh untuk terjemahan.

Seperti fokus kita, karya cerpen menarik ini akan dibahas atau dibagikan dalam dua bahasa sekaligus. Yang suka cerpen Bahasa Indonesia bisa membaca versi aslinya dan yang membutuhkan cerpen bahasa Inggris bisa membaca versi terjemahan. Yang pertama mari kita nikmati kisah tersebut dalam bahasa Indonesia.

Bukan Sekedar Menutup Anggota Badan
Cerpen tentang Wanita Berhijab

“Berhijab bukan hanya untuk gaya-gayaan, untuk tampil cantik atau sekedar menutup anggota badan atau juga hanya untuk menggugurkan kewajiban semata. Lebih dari itu nak, hijab adalah cerminan kehormatan seorang wanita.”

Markonah melontarkan kata-kata yang begitu menusuk hati. Tak disangka, Markonah berkata demikian. Menolak keinginan putrinya untuk memakai hijab.

“Apakah menurut kamu seorang wanita muslim yang memakai pakaian sesuai syariat dibenarkan berkata-kata kasar? Tidak nak. Apakah menurut kamu wanita berhijab dibenarkan berduaan dengan lelaki yang bukan suami dan tidak memiliki hubungan darah apapun?”

Sari benar-benar terdiam, tertunduk tak bisa berkata apa-apa mendengar penjelasan Markonah. Pelan, ia mengangkat kepalanya. Mencoba mengarahkan pandangan ke mata sang ibu, mencari jawaban atas kebingungan dalam hatinya.

“Jadi, benar ibu tidak mengizinkan aku memakai hijab?” Sorot mata Sari begitu tajam. Menuntut jawaban yang logis tanpa penjelasan yang terlalu panjang, “benar atau tidak bu?”

“Tidak begitu nak. Ibu tentu sangat senang jika kamu memiliki kesadaran itu. Tapi ibu harus mengingatkan dan meyakinkan kamu atas keputusan yang akan mengubah seluruh kehidupan kamu itu Sari…”

“Tapi ibu mengizinkan aku memakai hijab bukan?”
“Iya, ibu mengizinkan. Tapi sebaiknya kamu pertimbangkan lagi. Kamu pikirkan matang-matang. Besok-besok saja pakai jilbab-nya… Kuatkan saja niatmu dulu Nak”

Sari kembali menundukkan pandangan. Ia mengarahkan tatapan mata ke lantai. Seolah mencari sesuatu yang hilang. Markonah menghela nafas sejenak, ia kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

***

Meja ruang keluarga penuh makanan. Hanya ada beberapa ruang kecil untuk meletakkan remote tv. Paijo di meja santai-nya di sisi kanan ruangan. Di meja juga terletak beberapa toples makanan kecil. Segelas teh manis di sisi kanan meja dan laptop di tengahnya. Sesekali ia tampak mengetik sesuatu dan mengalihkan pandangan ke televisi yang sedang dikendalikan istrinya.

“Duh, Pak coba lihat deh… anak zaman sekarang kok seperti itu ya. Mengerikan?”
“Apa sih Bu, memangnya ada apa dengan anak-anak?”
“Ya ini Pak, coba lihat sini geh…! Moso pake jilbab seperti itu. Pakaiannya ketat!”

“Ah, ibu ini… Mana, mana…. Itu kan enggak semua seperti itu Bu.”
“Tapi rata-rata memang seperti itu Pak…!”

Paijo kembali ke tempat semula. Ia kemudian menutup laptop di mejanya. Ia melangkah pelan ke sisi sang istri. Duduk disampingnya. Kakinya diangkat ke atas sofa. Tangan kanannya membenarkan posisi sarung yang di kenakan. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya ke sofa.

“Anak zaman sekarang tantangannya memang lebih besar bu. Beda dengan zaman kita dulu…”
“Benar pak, Ibu juga kadang-kadang takut memikirkan putri kita. Takut kalau dia ikut-ikutan yang lain” “Semoga saja tidak bu…”

Sesaat, terdengar suara kaki melangkah mendekat ke ruang keluarga. Sari muncul dari kamar setelah menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

“Uh, bapak sama ibu tumben akrab benar, pasti lagi ngomongin Sari ya?”
“Ya… apa lagi nak. Setiap hari ya yang bapak dan ibu bahas ya cuma kamu. La wong kamu satu-satunya anak bapak sama ibu.”
“Nah, ini kalau sudah seperti ini pasti akan panjang deh nasehatnya”

Sari menatap ke arah ayah dan ibunya. Ia kemudian duduk menghimpit di tengah-tengah mereka. Seperti anak kecil. Ayahnya bergeser, ibunya mengikuti.

Mereka bertiga kemudian terdiam. Masing-masing dari mereka menatap ke arah televisi. Suasana menjadi hening. Untuk beberapa saat mereka larut dalam angan masing-masing. Ada sesuatu yang menahan mereka berbicara.

Markonah membuka tempat kue, memasukkan tangan kanannya dan mengambil beberapa keeping kue coklat di toples.

“Ah, jelek Bu… ganti sih….”
“Tuh kan Pak…. Kalau ada Sari kita pasti enggak jadi nonton. Nanti ah, lagi seru…!”
“Ah ibu…. Ada sinetron seru tuh. Udah mulai…”
“Lah… mulai deh… Bapak jadi wasit lagi nih ceritanya….”

Suara tawa kemudian pecah menyusul rengekan Sari. Mereka akhirnya terlarut dengan canda tawa memenuhi ruangan itu. Terlihat kehangatan menyelimuti ruangan, menenggelamkan gundah hati yang Sari rasakan mengingat keinginannnya yang masih belum terwujud.

***

Jumat, 05 Mei 2017, siang hari Sari pulang dari sekolah. Ia segera meletakkan tas, berganti pakaian dan menuju ke ruang makan. Disana sudah duduk sang ibu yang sedang menyiapkan makanan.

“Ibu hari ini tidak pergi kerja?”
“Hari ini ibu libur Nak. Lagi malas, agak pusing tadi.”
“Ya, ibu istirahat saja. Biar Sari menyiapkan makan sendiri aja Bu…”
“Udah kok, nih. Kamu mau makan pakai apa?”

Markonah segera mengambilkan nasi, sayur dan lauk – pauk untuk sang anak. Sari dengan lahapnya menyantap makanan yang dihidangkan oleh sang ibu. Selesai makan siang, Sari ke kamar mengambil beberapa buku cetak dan menuju ke ruang tengah.

“Istirahat dulu Nak, kamu kan baru pulang…”
“Ya ini sambil istirahat bu. Lumayan dikit-dikit sambil nunggu ngantuk…”
“Hem….”
“Bu…”
“Iya… ada apa?”
“Kapan sari boleh berhijab?”
“Oo… berhijab. Yang mau berhijab kan kamu. Ya terserah kamu dong… memang kamu sudah siap jadi wanita berhijab?"
“Ya siap Bu… memang kenapa sih Bu kelihatannya ibu tidak setuju?”
“Ya berhijab itu bukan hanya tubuhnya saja Nak, semuanya, hati, pikiran, perbuatan dan sebagainya…”
“Iya Bu… kan ada ibu yang akan membimbing Sari….”
“Iya sayang, tentu saja ibu tidak akan melepaskan sekalipun pandangan ibu dari kamu. Asal… niat kamu sudah bulat…”

Sabtu, Sari langsung berubah total dari gadis remaja yang berpakaian serba modern menjadi seorang wanita muda yang anggun tapi sedikit gerah. Hari itu, ia sukses membuat semua orang di kelasnya terkagum-kagum dengan penampilan barunya. “Sari… kamu benar-benar tambah cantik, anggun sekali”

Sari bukan hanya sukses membuat teman-temannya terpukau. Ia mampu membuat banyak guru yang melihatnya pangling, tak mengenali dirinya. Ia pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga.

Satu minggu berlalu, Sari mulai merasakan sedikit tekanan. Teman-temannya sudah mulai berkomentar mengenai tingkah laku dan perbuatannya di sekolah. Saking asyiknya, Sari lupa diri bahwa ia sekarang adalah wanita berhijab yang harus lebih mengendalikan diri dan bermoral.

“Bu… aku lepas hijab ya…!”
“Astaghfirulloh… kamu bicara apa Sari. Tidak boleh begitu…”
“Habisnya, teman-teman banyak yang mengejek aku Bu…”
“Mengejek bagaimana?”
“Katanya aku tak pantas pakai hijab…!”

Melihat putrinya yang mulai kalut, Markonah pun langsung mendekap dan menasehati Sari. Ia mengingatkan bahwa keputusannya memakai hijab memang harus merubah gaya hidupnya. Ia juga mengingatkan bahwa hijab yang ia pakai harus mencerminkan jati diri dan perbuatannya.

--- Tamat ---

Kak, mana versi bahasa Inggris cerpen ini? Ada yang bertanya seperti itu pasti ya? Sabar, untuk versi kedua tidak langsung ditayangkan di sini. Tapi bagi yang membutuhkan bisa langsung download cerpen tersebut dari tautan yang disediakan.

Kalau tidak mau repot, rekan semua juga bisa menerjemahkan cerpen di atas menggunakan terjemahan google. Tinggal mana yang lebih disukai. Semua sama saja. Lain waktu, untuk karya yang lebih singkat akan diusahakan langsung beserta terjamahan.

Saat ini, karya-karya yang panjangnya lebih dari 1000 kata akan dibagikan dengan metode yang sama. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan bacaan tambahan bagi rekan semua yang membutuhkan. Itu saja, semoga bermanfaat.