Friday, March 17, 2017

Cerita Dongeng Rubah dan Bangau Bahasa Inggris

Mau cerita dongeng rubah dan bangau dalam Bahasa Inggris? Menyambung cerita dongeng anak sebelumnya kali ini kita akan membaca dongeng tentang seekor rubah dan sahabatnya yaitu burung bangau. He…he…he… lucu juga ya, rubah bersahabat dengan bangau. Ya begitulah, ceritanya memang menarik kok, beneran deh.

Ya, tidak berbeda dengan yang lain, kisah dalam dongeng ini juga lebih fokus pada nuansa isi dan pesan moral yang ingin disampaikan. Dongeng ini lebih cocok menjadi bahan bacaan untuk adik-adik pelajar baik itu yang masih sekolah dasar, smp maupun menengah atas. Tapi, dongeng yang akan kita baca kali ini adalah dalam bahasa Inggris.

Menjadi lebih menarik dan bermanfaat kalau teks ceritanya bahasa Inggris. Karena selain bisa mendapatkan hiburan dari ceritanya, pembaca juga bisa sekaligus belajar bahasa asing dengan dongeng tersebut. Bukankah bahasa Inggris masih menjadi bahasa Internasional yang cukup berpengaruh, benar bukan?

Dalam dongeng kali ini juga akan dilengkapi dengan pembahasan isi cerita dalam bahasa Indonesia. Bisa dikatakan, pembahasan tersebut bisa berfungsi juga sebagai terjemahan atau arti dari cerita yang kita baca tadi.

A. Dongeng Bahasa Inggris The Fox And The Stork

Jelas ya, karena merupakan cerita dalam bahasa Inggris maka tujuan utama dibahasnya kisah ini adalah sebagai media pembelajaran bahasa Inggris untuk adik-adik pelajar maupun kalangan umum yang membutuhkan. Jadi, tidak perlu kaget dan kecewa jika anda sedang mencari cerita dongeng rubah dalam bahasa Indonesia.

Dalam dongeng ini ada dua karakter hewan yang terlibat didalamnya. Karakter atau tokoh pertama adalah rubah dan yang kedua adalah burung bangau. Ceritanya akan berkisah tentang dua hewan yang berbeda tersebu. Rubah adalah hewan darat sedangkan burung adalah hewan yang bisa terbang. Tapi tenang, ceritanya singkat kok, jadi tidak akan membuat bingung.

Kalau ditulis di kertas atau diketik, cerita yang akan kita baca ini sangat singkat. Panjangnya mungkin hanya setengah lebar kertas folio. Jadi bisa dikatakan cerita tersebut merupakan salah satu contoh dongeng singkat yang bisa menjadi tambahan bahan bacaan bagi kita semua. Jadi, yang mencari dongeng singkat juga bisa membaca dongeng tersebut.

Karena bentuknya cerita masa lampau maka teks cerita tersebut menggunakan simple past tense yang biasa digunakan untuk menyatakan aktivitas yang sudah terjadi di masa lalu. Meski begitu kalimat – kalimat yang digunakan tidak rumit dan cukup pendek sehingga mudah dipahami. Dari pada penasaran lebih baik kita baca saja dulu ceritanya di bawah ini.

dongeng rubah dan bangau dalam bahasa inggris
The Fox And The Stork

Dari judulnya saja jelas ya ceritanya seperti apa, apalagi sudah membaca sendiri ceritanya. Kira-kira bagaimana, bagus tidak? Bagus dong, secara dongeng tersebut memang sudah terkenal dan banyak di baca oleh rekan lain. Oh iya, ada berapa kosa kata baru yang adik-adik dapatkan dari teks di atas, banyak?

Nah, sekalian belajar, adik-adik bisa menghafalkan kosa kata baru yang ada dalam cerita di atas. Jadi dengan begitu selain menikmati cerita adik-adik juga bisa lebih pintar. Sekarang, kalau ada yang ingin lebih memahami ceritanya bisa membaca terjemahan yang sudah disiapkan.

Setelah membaca teks di atas adik-adik bisa mulai mencatat kata-kata sulit yang ditemui. Pertama silahkan dicatat dahulu sampai selesai. Kumpulkan atau catat kata sulit sebanyak mungkin. Setelah selesai mencatat kosa kata baru silahkan adik-adik cari kamus bahasa Inggris. 

Kata yang sudah dicatat tadi diartikan atau dicari terjemahannya satu persatu. Setelah semua ada terjemahannya lalu silahkan dihafal. Tidak perlu dihafalkan sekaligus. Bisa dibagi saja untuk beberapa hari. Misalnya ada 15 kata sulit maka bisa dihafal satu hari lima kata agar tidak berat. Dengan begitu adik-adik akan memiliki lebih banyak kosa kata untuk digunakan. 

Coba kita buat contoh kalimat awal. "A selfish fox once invited...", coba kita pecah dulu menjadi a selfish fox + once + invited. Kata "a selfish fox" artinya seekor rubah yang egois, kata "once" artinya suatu ketika dan kata "invited" artinya mengundang. 

Awas jangan salah ya, kata berimbuhan -ed tersebut bukan berarti pasif melainkan kata kerja bentuk lampau. Begitu seterusnya, adik-adik bisa mempelajari lebih jauh mengenai kosa kata yang ada dalam cerita tersebut. 

B. Terjemahan Dongeng The Fox And The Stork

Tepatnya bukan terjemahan tetapi lebih kepada penjelasan alur cerita dari teks yang sudah dibaca di atas. Kalau terjemahan harus diartikan per kata dan per kalimat sehingga mendapatkan arti yang sesuai tetapi yang ada di bawah ini tidak urut sesuai teks. Lebih jauh kita baca saja yuk alur ceritanya seperti apa.

Cerita The Fox And The Stork adalah sebuah cerita binatang yang cukup menarik. Cerita tersebut mengisahkan persahabatan antara dua ekor binatang. Binatang tersebut adalah rubah dan burung bangau. Masing-masing dari mereka memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya.

Suatu hari, rubah mengundang temannya yaitu burung bangau untuk bersama-sama menyantap makan malam di rumahnya. Malam itu, sang bangau pun datang ke rumah rubah. Sesampainya di rumah rubah, ia mengetuk pintu dengan menggunakan paruhnya yang panjang.

Mendengar bangau sudah datang, rubah membuka pintu dan mempersilahkan sahabatnya masuk. Ia lalu mengajak bangau untuk makan bersama, “ayo masuk, kita makan malam bersama”, ucapnya. Ia pun mengajak bangau duduk di tempat yang sudah disediakan.

Setelah itu rubah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Sang rubah menghidangkan sup dengan mangkuk untuk makan malam mereka. Perut bangau mulai berbunyi, ia semakin lapar mencium aroma makanan yang terasa begitu enak.

Setelah mempersilahkan bangau untuk makan, rubah pun menyantap makanannya dengan cepat. Di sisi lain, sang bangau terus berusaha makanan yang ada di mangkuk tersebut. Tetapi, berkali-kali mencoba ia tetap saja tidak bisa sedikitpun menyantap makanan yang dihidangkan.

Ia tidak bisa menyantap sup tersebut karena mangkuk yang digunakan terlalu dangkal untuk paruhnya yang panjang. Kali ini bangau benar-benar malang, ia hanya bisa tersenyum dan menahan lapar.

Melihat sahabatnya tidak memakan makanan yang disuguhkan, rubah pun heran, “bangau, kenapa kau tak memakan sup itu, kamu suka bukan?”, ucap rubah. “Iya, terima kasih banyak, kamu sangat baik mau mengundang aku makan malam bersama”, jawab bangau.

Beberapa saat kemudian, ia pun mengundang rubah untuk makan malam di rumahnya, “besok, kamu makan malam di rumah ku ya…”, ucap bangau. “Baik, baiklah…”, jawab rubah dengan semangat.

Keesokan malamnya rubah pun datang memenuhi undangan sang bangau. Sesampainya di rumah bangau, rumah mendapati makan malam dengan sup juga. Tapi kali ini beda, sup disajikan di sebuah kendi yang cukup tinggi.

Kali ini, bangau menyantap makanannya dengan mudah dan nikmat sementara rubah tidak bisa sama sekali tidak bisa menyentuh makanan tersebut. Mulutnya tidak cukup kecil untuk menjangkau sup yang disajikan dalam kendi, bahkan lidahnya pun tak sampai menjilat sup tersebut. Malam itu, giliran dia yang harus menahan lapar.

***

Egois, itulah yang digambarkan dalam cerita di atas. Dari kisah dua binatang tersebut bisa dilihat bahwa rubah yang memiliki sifat egois akhirnya juga merasakan akibat dari sifatnya sendiri. Kisah di atas jelas sekali menggambarkan sifat egois tidak baik bagi diri seseorang.

Rubah yang egois akhirnya juga harus menahan rasa lapar ketika dijamu oleh sahabatnya, sama seperti ketika ia menjamu sahabatnya di rumah. Jadi, pesannya adalah jadi orang jangan egois ya, cobalah untuk menyelami bagaimana orang lain agar bisa bijak bertingkah laku.