Sunday, January 8, 2017

Cerita Inggris Singkat tentang Dewa Ganesha

Kembali dengan cerita bahasa Inggris singkat untuk storytelling, kali ini tema-nya adalah pemarah. Cerita berikut sebenarnya tentang dewa ganesha yaitu mengenai asal usul dewa tersebut. Bagus dong, ceritanya juga memiliki pesan moral yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan.

Ya tema-nya berkaitan dengan dewa tetapi nuansa relegius-nya tidak begitu terasa. Yang pasti, teks dari cerita tersebut nantinya bisa digunakan untuk bahan belajar. Tidak berbeda dengan sebelumnya, pada pembahasan ini juga akan dilengkapi dengan kosa kata baru, terjemahan atau penjelasan arti teks.

Kisahnya sederhana, pembahasannya pun dibuat se-sederhana mungkin dengan tujuan utama untuk memudahkan pembaca. Kira-kira seperti apa coba cerita tersebut? Sebelum sampai ke sana lebih baik kita pelajari dulu beberapa kosa kata dibawah ini.

Goddess = dewi
Bath = mandi
Guard = penjaga, menjaga
Chamber = bilik, kamar
Sprinkling = mengoleskan
Ganges = gangga
Entrusted = mempercayakan
Guarding = menjaga
Surprised = terkejut
Standing = berdiri
Entrance = pintu masuk
Chamber = bilik
Demanded = meminta
Declared = mengumumkan
Boldly= terus terang
Courageous = berani
Enraged = membuat marah sekali
Disobeyed = tidak mematuhi perintah
Lying dead = terbaring mati
Grief = duka cita, kesedihan
Anger = amarah
Sorrow = duka cita, kesedihan
Fetch = mengambil
Beast = binatang buas
Further = selanjutnya
Appease = menenangkan

Kosa kata atau vocabularies di atas lebih baik dihafal dan dipahami dulu, atau paling tidak dibaca sekilas agar nanti ada gambaran. Kalau sudah menguasai berbagai kosa kata di atas maka untuk memahami ceritanya pasti tidak akan terlalu sulit. Sekarang, kalau sudah siap kita baca langsung ya.


Cerita Inggris Dewa Ganesha
The Story of Lord Ganesha, Cerita Bahasa Inggris Singkat

Judul cerita ini sendiri bisa diartikan menjadi “kisah dewa ganesha”. Cerita bahasa Inggris ini adalah sebuah cerita yang mengisahkan tentang Dewa Ganesha. Dewa Ganesha sendiri adalah Dewa yang di sembah oleh masyarakat Hindu.

Kisah bermula saat Dewi Parvathi-istri dari Dewa Shiwa hendak mandi. Tapi, dia merasa bingung karena jika dia mandi maka tidak ada yang menjaganya.

Karenanya dia pun menciptakan sosok anak kecil untuk menjaga ruangannya. Anak kecil itu dia panggil sebagai anaknya sendiri. Dan anak kecil itu pun bersedia menjaga ruangan ibunya ketika ibunya mandi.

Saat Dewi Parvathi masuk ke dalam ruangan untuk mandi, tiba-tiba saja Dewa Shiwa datang ke ruangan Dewi Parvathi. Dia nampak sangat terkejut melihat seorang anak kecil yang sedang berdiri di depan pintu ruangan istirnya. Saat dia berusaha untuk masuk ke dalam ruangan istrinya, si anak kecil itu pun langsung menghalangi langkah Dewa Shiwa.

“Siapa kau berani-beraninya menghalangi jalanku?” Ucap Dewa Siwa pada si anak kecil.

“Tidak seorang pun boleh masuk ke dalam ruangan ibuku.” Ucap si bocah kecil tadi.
“Saya punya hak untuk masuk ke ruangan istri saya sendiri.” Ucap Dewa Shiwa.

Dewa Shiwa pun kembali mencoba untuk masuk. Tapi, anak muda ini tetap terus menghalangi langkahnya. Karena sudah sangat marah, Dewa Shiwa pun langsung memenggal kepala anak muda itu.

Saat Dewi Parvhati kembali dari tempat mandinya, dia sangat terkejut melihat anaknya sudah berada dalam keadaan tak bernyawa. Dewi Parvhati pun merasa sangat sedih dan marah. Melihat hal ini, Dewa Siwa langsung mengirim pasukannya untuk mengambil kepala hewan yang baru saja mereka temui.

Para pasukan Dewa Siwa pun segera berangkat untuk mencarinya. Sampai akhirnya mereka pun tiba di hadapan seekor gajah. Tak mau menunggu lama, mereka segera mengambil kepala si gajah dan segera memberikannya pada Dewa Siwa.

Dewa Siwa langsung menempelkan kepala gajah itu pada tubuh si anak muda dan memberinya sebuah kehidupan baru. Untuk mengatasi tuntutan istrinya, dia pun berkata bahwa anaknya akan disembah pertama kali sebelum para dewa lain.

Maka dari itu, sampai hari ini setiap kita hendak masuk ke dalam sebuah Candi, kita selalu menemukan patung Dewa berkepala gajah, Dialah Dewa Ganesha.

***

Kisah ini memberikan kita semua sebuah petunjuk dan pengetahuan baru tentang asal mula Dewa Ganesha. Meski kita tidak menganut agama Hindu, sama sekali tidak ada salahnya jika kita tau tentang kisah ini.

Kisah ini setidaknya memberikan kita sebuah contoh betapa setianya Dewa Shiwa pada Dewi Parvhati. Dan tidak ada salahnya jika kita ingin meniru kesetiaan Dewa Shiwa ini.

Ada pesan lain yang bisa kita ambil dari kisah ini, yaitu Komunikasi. Komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Sebagai mahluk sosial, kita harus bisa menjaga dan terus mengembangkan komunikasi antar sesama manusia.

Terutama dalam keluarga. Dengan komunikasi yang baik kita tidak hanya akan menciptakan keluarga yang harmonis, tapi kita juga bisa menciptakan keluarga yang  bahagia dengan adanya komunikasi.

Saat komunikasi yang baik bisa terjalin dengan baik dalam kehidupan kita, kita tidak akan perlu lagi mengalami sebuah kesalahpahaman. Karena kesalah pahaman hanya lahir dari komunikasi yang buruk. Dan saat kesalah pahaman bisa ditangani dengan baik, maka tentu kita akan bisa lebih menikmati hidup kita.

Kita akan bisa hidup bahagia dalam kerukunan dan kebersamaan. Jadi, mari kita bangun komunikasi yang baik dengan orang-orang terdekat kita agar tidak terjadi sebuah kesalahpahaman yang menyusahkan. Terutama dengan keluarga kita sendiri.