Sunday, January 1, 2017

Cerpen dalam Bahasa Inggris tentang Anak Kecil

Kembali dengan cerita cerpen anak dalam bahasa Inggris, kali ini kita akan melengkapi koleksi dengan sebuah kisah tentang anak kecil. Temanya sepertinya tentang kritik, saran, nasehat atau teguran dari orang lain. 

Ceritanya bagus kok, bahasa yang digunakan juga tidak terlalu susah dipahami. Judul ceritanya yaitu “The Drawing That Talked”. Cerpen berjudul The Drawing That Talked ini merupakan sebuah cerita yang tentu akan mengajak anda untuk berpikir tentang suatu kebenaran yang hakiki. 

Terlebih ketika anda semua berhubungan sosial antara manusia. Untuk itulah sebuah cerita berbahasa Inggris ini bisa menjadi sebuah cerita yang menarik untuk anda simak. Tidak percaya, anda bisa melihat dan merenungkannya nanti.

Cerita pendek ini sendiri mempunyai sebuah arti dalam bahasa Indonesia yaitu ”lukisan yang berbicara”. Judul tersebut tentu sedikit memberikan gambaran cerita konyol dari para karakternya, tetapi juga memberikan sebuah didikan yang mendidik dari cerita yang dihadirkan dari para karakter yang dimainkan.

Dengan sebuah cerita cerpen dalam bahasa Inggris umum ini tentulah kita bersama bisa lebih sadar akan pentinnya orang lain bagi kita, dan pentingnya kita bagi orang lain. Sehingga kita akan jauh lebih bisa menghargai orang dan bisa juga dihargai oleh orang, sehingga sebuah tatanan masyarakat yang sejahtera dalam suatu perkumpulan dalam wilayah.

A. Cerpen Anak  Drawing That Talked

Cerita ini juga bisa menjadi sebuah media pembelajaran yang baik untuk anda sekalian yang sedang melakukan proses belajar bahasa Inggris. Dengan sebuah cerita ini belajar bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan, anda bisa membuktikannya sendiri nanti.

Dengan cerita seperti ini Anda tidak hanya belajar kosa kata saja, tetapi juga belajar tentang sebuah cerita pembelajaran hidup. Selain itu dengan teks yang ada, anda juga bisa belajar terjemahan, belajar storytelling dan lain sebagainya. Tapi sebelum itu mari kita baca dulu ceritanya.

cerpen bahasa inggris singkat
Cerita Cerpen Anak Kecil dalam Bahasa Inggris

Sedikit lebih panjang dari cerita-cerita yang biasanya ya? Tapi tidak apa-apa, lagi pula susunan dan juga kalimat yang digunakan juga masih cukup sederhana dan tidak rumit. Jadi rekan semua masih bisa dengan mudah untuk mengikuti kisah yang diceritakan.

Lupa tadi, seharusnya dibagian atas kita membaca dan mempelajari beberapa kata baru berikut. Tapi tidak apa-apa, bagi yang ingin lebih jelas dalam memahami cerita di atas bisa mempelajari juga daftar kata baru yang ada dalam teks tersebut di bawah ini.

Art = seni
Disgust = muak
Resist = menolak
draw = menggambar
Until = sampai
Immediately = segera
Erasing = menghapus
Crazy = gila
Usual = biasanya
Angrily = dengan marah
Grudgingly = enggan
Searched = mencari (bentuk kedua lampau)
Imagined = membayangkan

Lumayan bukan, lebih praktis dari pada harus susah-susah membuka kamus. Bagi yang sudah paham bisa melewati kata di atas namun bagi yang sedang belajar bahasa Inggris pemula bisa mempelajari dan menghafal kosa kata bahasa Inggris di atas. Lumayan, sambil bermain kita juga belajar.

B. Terjemahan Cerpen Inggris The Drawing That Talked

Cerita yang terkadung di dalam sebuah cerita ini sendiri menceritakan tentang seorang gadis yang sangat gemar menggambar. Dia selalu menggambar di saat ada waktu luang usai pulang sekolah. Dia juga menggemari sebuah dunia tulis menulis sebagai sebuah hobi sampingannya selain sebagai seorang penggemar dunia lukis.

Hingga pada suatu ketika dia menemukan sebuah kuas lukis, dan kuas lukis tersebut dia pergunakan untuk melukis sebuah gambar menggantikan kuas lamannya. Hingga akhirnya dia menggambar sebuah betuk lingkaran dengan kuas tersebut. Tetapi siapa sangka gambar tersebut berbicara dengan sang pelukis yaitu Pinty.

Gambar tersebut memprotes tinta yang dia goreskan ke sebuah media lukis tersebut yang dilakukan oleh pinty. Gambar tersebut memprotes agar menggosokan lebih keluar dari pada linkaran yang sudah dibuatnya. Sang gadis kecil menurutinya meskipun setelah sebelumnya enggan menuruti apa yang sudah dikatakan sang gambar tersebut.

Hingga akhirnya karena sang gambar terlalu cerewet dan malam sudah larut, gadis memutuskan untuk tidur setelah berdebat dengan sang gambar. Dan pagi menjelang setelah itu dia lihat di sebuah ruangan kamarnya tidak ada lagi sebuah kuas dan gambar yang tadi malam di gunakan. Bahkan tidak ada lagi gambar yang telah berdebat dengannya.

Dia terus mencari-cari dimana kuas dan gambarnya berada, tetapi tidak jua di ketemukan. Dia mencari ke seluruh ruangan kamar tetapi hasilnya sama saja, gambar dan kuas tidak juga diketemukan. Hingga hal ini membuatnya sedikit berpikir tentang apa yang telah dia lakukan.

Hingga pada suatu ketika sang gadis mulai melukis kembali dengan sebuah nuansa hati yang berbeda. Kini dia lebih membuka hati, telinga, dan pikirannya untuk sebuah kritik dari pada yang dilontarkan orang lain kepadannya. Sehingga semua aspirasi yang terdapat dari orang lain bisa dia tampung dalam bentuk gambar.

Sehingga kini dia menjadi seorang gadis kecil yang lebih profesional dalam menciptakan sebuah karya. Karena apa yang dia ciptakan sesuai dengan apa yang dipikiran para orang-orang banyak, dan apa yang ada di pikiran orang-orang di sekitarnya.

***

Ada sebuah pesan moral di dalam cerita ini bila memang kita perhatikan bersama-sama. Cerita ini memberikan sebuah hikmah yang besar kepada kita semua tentang pentingnya menghargai orang lain.

Prinsip menghargai orang lain yang ada pada cerita ini adalah dengan cara mendengarkan sebuah pemikiran-pemikiran, aspirasi atau pun keluhan yang didapat dari orang lain.

Dengan menggunakan prinsip menghargai orang lain tentu kita akan menjadi sebuah pribadi yang lebih dicintai oleh orang banyak. Karena dengan menghargai orang lain, orang lain juga tidak segan untuk menghargai kita.