Sunday, February 5, 2017

Cerita Narrative Bahasa Inggris Pohon Apel dan Artinya

Akhirnya, sampai juga kita pada sesi pembahasan tentang narrative text. Sudah ratusan judul kita bahas tetapi memang belum membahas khusus mengenai cerita naratif dan artinya. Oleh karena itu kita akan mulai dengan satu cerita yang singkat, padat, jelas dan juga menarik. Bagi yang sedang mencari bahan belajar bisa langsung membacanya disini.

Kisah ini adalah kisah tentang orang dan pohon yang semasa orang itu kecil dia selalu bermain bersama dengan pohon. Bermain bersama dengan sang anak itulah yang membuat sang pohon menjadi begitu rindu untuk selalu bermain, bermain, dan bermain. Karena anak itulah satu-satunya teman yang dimiliki sang pohon.

Kisah ini memberikan gambaran tentang anak terhadap orang tua. Anak dekat dengan orang tua pada saat dia masih kecil, yang mana orang tua begitu bahagia karen kehadiran anaknnya. Tetapi kebahagiaan orang tua berubah setelah anak beranjak besar.

Terkadang anak lupa terhadap orang tuannya hingga lebih menyibukan diri dengan orang lain dari pada dengan orang tuannya. Cerita yang berjudul ”The Boy And The Apple Tree” ini dalam bahasa Indonesia artinya anak laki-laki dan pohon apel”.

Mudah-mudahan bisa lebih membuat kita sadar untuk bisa menghormati orang tua kita lagi. Karena orang tua kitalah yang melahirkan kita dan yang memberikan cinta kasih hingga kini kita besar. Sebelum lebih jauh, mari kita lihat beberapa contoh lain di bawah ini.

1) Narrative text the apple tree and a boy
2) The boy and the apple tree dan artinya
3) Contoh narrative text pendek beserta generic structure

Dengan beberapa contoh yang akan kita bahas maka kita akan mendapatkan lebih banyak referensi. Apalagi di setiap pembahasan juga dikupas lebih jauh mengenai pesan moral sekaligus nilai-nilai luhur yang ada dalam cerita. Belum lagi dengan tambahan kosa kata baru, lengkap deh. Sekarang, sebelum masuk ke ceritanya mari kita pelajari kosa kata berikut.

Huge = besar
Apple tree = pohon apel
Little boy = anak laki-laki
Loved = senang
Play = bermain
Climbed = memanjat
Treetop = puncak pohon
A nap = tidur siang
Shadow = bayang-bayang
Time went by = waktu berlalu
Grown up = tumbuh besar
No longer = tak lagi
Came back = kembali
Need = membutuhkan
Pick = memetik
Excited = sangat senang
Left = pergi
Returned = kembali
Chop off = memotong
Branches = cabang-cabang
Sailing = berlayar
Use = gunakan
Trunk = batang
Long time = waktu yang lama
Tired = letih
Roots = akar
Tears = air mata
Story of everyone = cerita semua orang
The tree is like our parents = pohon adalah seperti orang tua kita

Tenang, nanti juga akan dibahas mengenai terjemahan cerita the apple tree and a boy tersebut. Yang terpenting sekarang kita lihat dulu bacaannya. Dengan bantuan vocabularies di atas mudah-mudahan bisa lebih mudah memahami teks ceritanya. Yuk, baca langsung.

Cerita Narrative Pohon Apel

Cerita ini menceritakan tentang pohon apel yang pada suatu ketika bermain dengan seorang anak kecil. Anak kecil begitu bahagia bermain dengan pohon apel, begitu juga dengan pohon apel yang juga bahagia bermain dengan anak kecil. Anak kecil naik ke dahan pohon apel dan memetik apel.

Hingga waktu berakhir mereka berpisah dan betemu lagi setelah anak itu beranjang besar. Pohon apel tersebut menyapannya dan meminta anak itu bermain dengannya lagi seperti dahulu. Tetapi laki-laki itu menolak karena menurutnya dia bukan anak-anak lagi. Pohon lantas meminta mainan dengan laki-laki itu karena dia kesepian, tetapi laki-laki itu menjawab bahwa dia tidak punya uang.

Sang pohon menawarkan apelnya untuk dijual agar laki-laki itu mendapat urang. Laki-laki itupun bergegas memanjat pohon dan kemudian memetik buah apel yang ada di tiap cabang ranting pohon. Hingga laki-laki itu menjualnya dan tidak kembali lagi hingga untuk waktu yang lama. 

Setelah berpisah untuk waktu yang lama pohon bertemu dengan laki-laki, pohon mengajaknya bermain. Tetapi laki-laki itu menjawab dia tidak ada waktu untuk bermain karena hendak membuat rumah untuknya dan istrinya. Sang pohon menawarkan kayu kepada laki-laki tersebut agar dibuatnya rumah.

Laki-laki itu kemudian menebang ranting-ranting pohon tersebut dan membawannya pulang. Laki-laki itu tidak pernah kembali untuk waktu yang lama, hingga membuat pohon begitu kesepian karena tidak mempunyai teman.

Laki-laki itu kembali lagi menemui pohon dan pohon mengajak kemabali dia bermain. Namun laki-laki itu tidak muda lagi dan dia hendak meminta ranting untuk dibuatnya prahu untuk bersenang-senang.

Sang pohon menurutinya dan laki-laki itu mulai menebang ranting dan kemudian membuat perahu. Laki-laki itu pergi ke daerah yang jauh dan tidak pernah kembali lagi. 

***

Pesan moral bisa kita ambil dari cerita narrative bahasa Inggris ini adalah bahwa cerita ini begitu mirip dengan kisah orang tua dan anak. Orang tua bisa selalu bersama anak dan bermain bersama anak adalah ketika anak masih kecil.

Sementara anak sudah beranjak besar orang tua sudah kehilangan sosok anak yang selalu menemaninya. Untuk itu ada baiknya kita sebagai anak agar memberikan waktu untuk kita memperhatikan orang tua, agar orang tua tidak merasa kasih sayang seorang anak terhadap orang tuannya telah hilang.