Saturday, February 11, 2017

Cerita Pendek Bahasa Inggris tentang Ayah Jahat

Kita akan kembali menikmati sebuah kisah cerita pendek dalam bahasa Inggris yang cukup singkat. Cerita pendek kali ini mengambil kisah tentang kekerasan atau perlakuan buruk seorang ayah terhadap putra-nya yang masih kecil. Cerita ini dibahas bukan untuk yang hobi cerpen tetapi untuk yang sedang rajin belajar bahasa Inggris.

Untuk sebuah cerpen tentu saja kisah berikut ini sangat sederhana dan mungkin kurang menarik. Inti cerita yang sederhana, dan kejadiannya yang hanya satu tentu kurang memberikan ketegangan jika dibandingkan dengan cerpen pada umumnya. Karena itu mari kita abaikan jenis-nya tetapi fokus pada teks tersebut.

Panjang teks ini sendiri masuk kategori singkat, sekitar setengah lembar dan kurang lebih hanya 300 kata saja. Hal ini tentu saja memudahkan kita yang ingin membiasakan diri dengan teks bahan bacaan bahasa Inggris yang renyah, segar, menghibur dan ringan.

Teks ceritanya bisa kita manafaatkan untuk tambahan belajar di waktu luang baik di rumah maupun di sekolah. Judul cerita tersebut yaitu “lightning”. Kalau diartikan ke bahasa indonesia, lighting artinya petir. Kira-kira isi ceritanya seperti apa ya?

Makna judul yang diambil bukan makna yang sesungguhnya tetapi merupakan perumpamaan untuk menggambarkan kejadian yang terjadi. Kata “petir” tersebut merupakan pengganti untuk “tamparan” yang dilakukan oleh seorang ayah kepada anak lelaki-nya yang masih kecil.

Ya, sebuah tamparan yang mendarat tepat di pipi. Sedih memang, tapi itu nanti, sekarang kita baca dulu sekilas daftar kata sulit yang sudah disiapkan dibawah ini. Daftar kata dan terjemahannya di bawah ini adalah kosa kata yang sengaja diambil dari teks cerita. Silahkan dibaca.

Looked up = melihat ke atas
Sudden = tiba-tiba
Lightning = petir
Hit = menyambar
Nearly = hampir
Tore = membasahi
Blast = ledakan, letusan
Was his fathers hand = adalah tangan ayahnya
Feared = takut pada
Beatings = pukulan
Mother = ibu
Brokenhearted = patah hati
Blamed = menyalahkan
Frail = lemah
Neighbors = tetangga
Sobbed = menangis
The next door neighbor = tetangga
Noticed = menyadari
Kindergarten = taman kanak-kanak
Teacher = guru
Daddy = ayah
Punish = menghukum
Show us = tunjukkan pada kami
The marks = bekas luka-nya
Starving = kelaparan
Attention = perhatian
Glad = senang
Living happily = hidup bahagia
Heard = mendengar

Sekitar 29 kata, mungkin diantara kosa kata di atas sudah banyak yang anda kuasai. Kalau pun ada kata yang masih baru maka itu kesempatan untuk menambah vocabulary yang di kuasai dengan cara menghafalkan vocab tersebut. Kalau sudah dengan daftar di atas sekarang silahkan ke cerita selengkapnya.

cerpen dalam bahasa inggris dan terjemahannya

Benar kan singkat, tidak percaya sih? Ada yang kesulitan dengan cerita di atas tidak, tidak ada ya? Ya, sesuai dengan judulnya, cerita pendek di atas memang mengisahkan perbuatan tidak baik yang dilakukan oleh seorang ayah.

Sebagai orang tua, apapun alasannya, ayah memang tidak seharusnya melakukan kekerasan, apalagi terhadap anak yang masih kecil. Jelas, dalam hal ini sang ayah tersebut salah dan berhak mendapatkan hukuman.

Pasalnya, dalam cerita di atas dikisahkan ada seorang anak kecil yang mendapatkan perlakuan kejam dari sang ayah. Menengadah, menatap ayahnya, dengan tiba-tiba sebuah tamparan keras melayang mengenai wajah sang anak.

Sang ayah berteriak menakutkan sembari mendorong kepa anaknya. Malang, anak yang masih berusia lima tahun itu pun tak dapat berbuat apa-apa. Ia sangat takut dengan ayahnya, hampir setiap hari ia mendapatkan tamparan dan pukulan semacam itu.

Saat itu ia tinggal sendiri bersama sang ayah, ibunya sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas penderitaan tersebut, atas kepergian sang ibu dan atas perlakuan sang ayah.

Setiap mendapat pukulan, ia hanya bisa merintih kesakitan, memangis dengan segala teror yang ia alami. Dengan kejam, sang ayah kemudian memegang dan melemparkannya ke tempat tidur. Ia dilarang berbicara atau berhubungan dengan orang lain, tetangga mereka.

“Kamu dilarang berbicara dengan tetangga”, ucapnya geram. Bukan hanya itu, ia pun akhirnya mendapatkan hukuman tidak mendapatkan makan malam. Malam itu, ia harus tidur dengan perut kosong.

Kejadian menyedihkan itu terus saja terjadi pada anak tersebut. Sampai pada suatu hari ada tetangga yang mengetahui kejadian tersebut. Seorang tetangga melihat tangan dan wajah anak itu yang terlihat seperi bekas dipukuli. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari tahu dari anak tersebut.

Benar saja, setelah ditanya, anak laki-laki tadi pun menceritakan semua kejadiannya. Setelah itu sang tetangga pun tidak tinggal diam. Ia membawa anak kecil itu ke dokter, menghubungi ibunya dan menyelematkannya dari cengkraman ayah yang kejam.

Tentu saja dari ceria di atas ada teguran keras bagi siapapun yang suka menganiaya dan melakukan kekerasan terhadap anak kecil. Teguran itu pun berlaku bagi seorang ayah sekalipun. Maka, mulai dari sekarang, cintai anak-anak, hormati orang tua dan jadikan lingkungan kehidupan kita menjadi lingkungan yang menyenangkan.