Friday, February 24, 2017

Cerita Rakyat Anak Durhaka Bahasa Inggris dan Pesan Moral

Beda dong, kali ini kita akan kuatkan pembahasan pada cerita rakyat dan pesan moralnya. Ceritanya sendiri adalah tentang anak yang tidak menghormati orang tua, mirip-mirip dengan cerita malin kundang atau legenda batu menangis. Kalau yang ini asli ceritanya adalah dari daerah Borneo gitu. Mau ikutan?

Kalau disebutkan asal ceritanya mungkin sudah bisa ditebak bagaimana isinya. Benar, ini adalah sebuah cerita yang sudah cukup terkenal. Cerita rakyat ini dikenal dengan judul legenda pulau timbun mata, pernah dengar bukan?

Yang sudah tahu ceritanya bisa menggunakan teks ini untuk belajar karena ini merupakan cerita legenda dalam bahasa inggris. kalau yang belum pernah dengar ceritanya maka bisa sekalian dapat hiburan yang lumayan bagus. Menarik kok, tidak membosankan, apalagi teks-nya pendek dan mudah dimengerti.

Selain itu, teks cerita rakyat ini juga akan dilengkapi dengan terjemahan atau semacam penjelasan alur cerita dalam bahasa indonesia. Dengan begitu, pembaca bisa lebih mudah jika ingin mendalami bagaimana kisah yang disampaikan.

Selain penjelasan, juga akan diberikan sebuah daftar kosa kata dan terjemahan. Kosa kata yang dimaksud adalah kumpulan kata sulit yang diambil langsung dari teks cerita. Jadi bisa digunakan untuk belajar bahasa inggris. Sekarang, dari pada lama-lama lebih baik kita baca dulu kosa kata tersebut.

Old blind man = orang tua buta
Lived = hidup
Often = sering
Looking after = menjaga, menunggu
Chickens = ayam
Came = datang
Bang = memukul
Long stick = tongkat panjang
Grandson = cucu
Crabs = kepiting
Frightened = takut
Laughed = tertawa
Terrible roar = deru angin yang mengerikan
Appeared = muncul
Smoke = asap
Pointed = menunjuk, mengacungkan
Wand = tongkat sihir
Never = tidak pernah
Laugh = tertawa
Especially = khususnya
Centre = pusat, tengah
Rock = batu
Boiling = mendidih
Houses = rumah
Destroyed = hancur
Everyone = semua orang
Turned into = berubah menjadi
Stone = batu

Sudah, kosa kata di atas tidak usah dibahas lagi. sekarang lebih baik kita masuk ke ceritanya saja ya. Sudah penasaran kan? Nanti anda bisa baca sendiri versi inggris-nya tetapi sekarang kita perdalam bagaimana alurnya.

Pada cerita legenda Pulau Shuteye ini dikisahkan ada seorang kakek tua yang hidup di sebuah pulau. Kakek tersebut hidup dengan anak dan cucunya. Karena buta tentu saja sang kakek tidak memiliki banyak aktivitas. Biasanya ia membantu sang anak untuk menjaga padi yang sedang dikeringkan atau dijemur di halaman.

Ia duduk menunggu padi yang sedang di jemur, menghalau ayam yang memakan padi tersebut. Suatu hari, sang kakek tadi seperti biasanya sedang menunggu padi yang dijemur anaknya. Kalau ada ayam yang memakan padi maka ia akan mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah agar ayam-ayamnya pergi.

Ketika sedang menunggu pagi tersebut datangnya cucunya. Yang namanya anak kecil ya begitulah, ia belum bisa berpikir yang benar. Melihat sang kakek, cucu tersebut pun iseng dan mempermainkan kakek-nya yang buta.

Ia mengambil sepasang kepiting dari pantai dan meletakkannya di padi yang sedang dijemur. Nah, suara kepiting tadi ternyata sangat mirip dengan suara ayam yang sedang makan pagi. Sang kakek yang mendengar suara itu pun bertanya suara apakah itu.

Dengan jailnya, sang cucu mengatakan bahwa itu suara ayam yang sedang memakan padi yang dijemur. Kakek buta itu pun lalu memukul-mukulkan tongkatnya ke tanah untuk mengusir ayam tadi. Karena bukan ayam tentu saja kepiting tidak takut dan masih saja mengeluarkan suara yang sama dengan sebelumnya.

Melihat hal itu sang cucu pun langsung tertawa terbahak-bahak menertawakan kakeknya yang buta. Saat itu juga, sesuatu yang ajaib pun terjadi. Terdengar suara gemuruh yang sangat dahsyat seperti meriam.

Tiba-tiba di atas langit, muncul sosok orang tua berjenggot putih dari kumpulan awan. Lalu terdengar suara yang keras, “kamu tidak boleh menertawakan seorang kakek, apalagi kakek itu buta”, ucap sosok itu sambil menunjuk kearah sang cucu tadi dengan sebuah tongkat.

Setelah itu, penampakan di langit tersebut kemudian mengarahkan tongkatnya ke atas bukit yang tinggi. Sinar putih pun melesat tepat di tengah pulau. Dari bukit itu keluar semburan batu yang sangat panas dan lumpur yang melelah.

Dalam sekejab seluruh rumah di pulau itu hancur. Semua penghuni yang ada disana pun berubah menjadi batu. Begitulah, sampai saat ini dipulau tersebut pun masih banyak batu yang mirip dengan bentuk – bentuk manusia. Bagaimana, bagus juga bukan ceritanya, agar lebih jelas silahkan dibaca sendiri.

Cerita Legenda Timbun Mata Inggris Indonesia
Dari isinya, cerita legenda di atas merupakan nasehat berharga bagi adik-adik yang masih kecil. Yang ada di cerita adalah sebuah gambaran dari perbuatan buruk yang dilakukan seorang anak kepada orang tua.

Seorang anak tentu saja harus menghormati orang tua. Anak tidak boleh berlaku kasar apalagi menjadikan orang tua sebagai mainan, bisa kualat, kalau kata orang jawa. Maka dari itu, sedari kecil hendaknya kita membiasakan diri untuk santun baik kepada orang yang lebih tua maupun kepada yang lebih muda.

Jangan sampai berlaku yang tidak sopan apalagi sampai menyakiti hati orang lain. Bisa – bisa mendapatkan karma atau hukuman yang berat, kalau zaman dulu sih hukumannya langsung jadi batu, tidak tersiksa. Bagaimana jika hukumannya kehilangan tangan atau kaki, atau wajahnya jadi jelek penuh penyakit, kan repot, benar tidak?