Thursday, February 2, 2017

Cerita Pendek tentang Kejujuran dalam Bahasa Inggris

Pernah dengar pepatah “siapa yang menanam ia yang akan memetik buahnya”? Ya, pada edisi cerita bahasa Inggris kali ini kita akan berbicara mengenai kejujuran. Nanti anda akan mengetahui pentingnya kejujuran dalam hidup seseorang. Anda juga bisa melihat bahwa kejujuran akan memberikan kebaikan kepada orang yang melakukannya.

Secara lebih jauh, kisah yang ada dibawah ini mengingatkan kepada pembaca tentang pentingnya berbuat baik. Harus di ingat bahwa apa yang dikerjakan nantinya akan kembali lagi kepada yang mengerjakan tersebut. Kalau kita berbuat jahat maka keburukan yang akan terjadi pada kita, demikian pun sebaliknya.

Perbuatan yang dilakukan oleh seseorang bisa diibaratkan sebuah benih yang ditanam. Kelak, perbuatan tersebut akan menghasilkan buah yang akan dipetik, baik berbuah baik, buruk berbuah buruk. Jadi, yang berbuat baik tidak usah khawatir kalau kebaikannya tidak mendapatkan balasan.

Sebagai contoh, dalam cerita bahasa Inggris singkat ini seseorang menanam kebaikan yaitu dengan berlaku jujur maka pada akhirnya ia mendapatkan buah manis yaitu kepercayaan yang bahkan tidak ia duga sebelumnya. Supaya tidak bingung, sebelum membaca kisah tersebut silahkan pelajari kosa kata di bawah ini.

Emperor = kaisar
East = timur
Growing old = mulai tua
Choose = memilih
Successor = penerus
Instead of = malahan, alih-alih
Assistants = pelayan
Different = berbeda
Called = memanggil, mengumpulkan
Young people = pemuda
Step down  = turun (tahta)
Decided = memutuskan
Shocked = terkejut
Give = memberi
a seed = satu buah biji, benih
Special seed = biji khusus, istimewa
Plant = menanam
Come back = kembali
After one year = setelah satu tahun
Judge = menilai
Plants = tanaman
Bring = bawa
Named = bernama
Pot = pot tanaman
Planting soil = tanah subur
Watered = menyirami
Grown = tumbuh
Three weeks = tiga minggu
Youths = para pemuda
Beginning to grow = mulai tumbuh
Nothing ever grew = tidak ada yang tumbuh
Still nothing = masih tidak ada apa-apa
Kept waiting = tetap menunggu
A year finally went by = satu tahun akhirnya berlalu
Inspection = pemeriksaan
Empty pot = pot kosong
Amazed = kagum
Laughed at him = menertawakannya
Spotted = menatap, melihat
Ordered = memerintahkan
Guards = penjaga
Terrified = takut
Behold = lihat
New emperor = kaisar baru
Couldn’t believe = tidak bisa percaya
Boiled seeds = benih yang sudah direbus
Would not grow = tidak akan tumbuh
Substituted = mengganti
Courage = keberanian, keteguhan hati
Honesty = kejujuran
Honesty >< trust
Goodness >< friends
Humility >< greatness
Perseverance >< victory
Consideration >< harmony
Hard work >< success
Forgiveness >< reconciliation
Openness >< intimacy
Patience >< improvements
Faith >< miracles
Dishonesty >< distrust
Selfishness >< loneliness
Pride >< destruction
Envy >< trouble
Laziness >< stagnation
Bitterness >< isolation
Greed >< loss
Gossip >< enemies
Worries >< wrinkles
Sin >< guilt

Anda bisa membaca dulu kata-kata bahasa Inggris di atas yang sudah disiapkan dengan artinya sekaligus. Selain itu ada juga tambahan beberapa sifat yang sering dilakukan oleh manusia yang diikuti dengan akibat yang akan didapat dari sifat tersebut. Mudah-mudahan bisa membantu, sekarang kita baca cerita selengkapnya.

Cerita Pendek tentang Kejujuran Bahasa Inggris

Be Careful What You Plant adalah sebuah kisah yang bercerita tentang seorang kaisar yang ingin mencari penggantinya. Kisah bermula saat seorang kaisar di timur merasa sudah sangat tua. Dia tau ini adalah waktu untuk memilih ppenggantinya.

Tapi, dia melakukan cara pemilihan yang berbeda dengan yang lain. Dia tidak memilih asisten-asisten atau pun keturunannya. Dia memutuskan sesuatu yang benar-benar berbeda. Pada suatu hari ia memanggil semua orang-orang muda yang ada di kerajaraan.

“Sudah saatnya bagi saya untuk mundur dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih satu dari kalian semua.” Semua anak-anaknya merasa sangat terkejut. Namun, sang kaisar terus melanjutkan ucapannya.

“Saya ingin kalian semua menanam benih. Saya akan memberikan masing-masing dari kalian satu benih. Kalian harus menanam benih itu dan menyiramnya dengan air. Bawa kembali apa yang telah kalian tumbuhkan dari benih itu setelah satu tahun dari sekarang. Saya akan menilai dan kemudian memutuskan kaisar berikutnya dengan hasil yang telah kalian tanam dari benih-benih itu.” Lanjut sang kaisar.

Salah seorang laki-laki bernama Ling yang hari itu juga berada disana, menerima benih dari sang kaisar seperti yang lainnya. Setelah menerima benih dia segera pulang dan dengan penuh semangat, ia pun segera bercerita pada ibunya.

Ibunya membantu Ling untuk mendapatkan pot dan juga tanah untuk penanaman. Dia menanam benih itu dan di siramnya benih itu dengan hati-hati. Setiap hari dia menyirami benih itu dan juga memperhatikannya, jika benih itu tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu berlalu, beberapa pemuda mulai membicarakan benih dan juga tanaman yang sudah mulai tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu, telah berlalu.

Ling kembali melihat benih yang ia tanam, tapi tidak ada yang tumbuh. Saat ini, orang-orang sudah membicarakan tanaman mereka masing-masing. Tapi, Ling sama sekali tidak memiliki tanaman. Dia merasa seperti sudah menjadi orang gagal.

Enam bulan pun telah berlalu, masih belum ada juga tanaman yang tumbuh dari pot yang dimiliki Ling. Yang dia tau hanya dia telah membunuh keturunannya.

Orang lain telah memiliki pohon dan tanaman yang tinggi, tapi Ling sama sekali tidak punya. Ling pun sama sekali tidak mengatakan apa pun pada teman-temannua. Dia hanya terus menunggu bijinya tumbuh.

Satu tahun pun akhirnya telah berlalu. Para pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada sang Kaisar untuk pemeriksaan. Ling berkata pada ibunya bahwa dia tidak akan pergi ke kerajaan.

Tapi jujur tentang semua yang telah terjadi, Ling merasakan ngilu di dalam hatinya, tapi ia tahu bahwa ibunya benar. Dia pun segera membawa pot kosongnya menuju kerajaan.

Saat dia tiba di sana, dia merasa takjub pada berbagai macam tanaman yang telah ditanam oleh para pemuda. Tanaman-tanaman itu tumbuh dengan begitu indah dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.

Ling menaruh pot kosongnyadi lantai, dan beberapa pemuda pun menertawakannya. Beberapa pemuda yang lain merasa kasihan padanya dan hanya berkata “Hey, percobaan yang bagus kawan.”

Ketika sang kaisar tiba, dia langsung mengamati ruangan dan memberi salam pada para pemuda. Ling hanya bisa bersembunyi di belakang.

“Wow Betapa besar tanaman, pohon, dan juga bunga-bunga kalian.” Ucap sang kaisar.
“Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk sebagai kaisar berikutnya!” lanjut sang kaisar.
Sang kaisar melihat Ling dengan potnya yang kosong di belakang. Dia pun segera menyuruh para pengawalnya untuk membawa Ling kedepan.

Tentu saja, dalam keadaan itu Ling merasa sangat ketakutan. “Kaisar tahu aku telah gagal, mungkin dia akan segera membunuhku!”, ucap Ling dalam hati.

“Siapa namamu wahai pemuda?” Tanya sang kaisar Saat Ling sudah sampai di depan.
“Nama saya Ling” Jawab Ling masih ketakutan.

Semua pemuda tertawa dan mengolok-olok Ling karena dia membawa pot yang kosong. Kaisar pun segera meminta para pemuda untuk diam. Dia menatap lekat kearah Ling. Lalu dia segera memberikan pengumuman pada kerumunan.

“Lihatlah! Dia adalah kaisar baru kalian! Namanya adalah Ling” Ucap sang kaisar lantang. Ling merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Ling bahkan sama sekali tidak bisa menumbuhkan benihnya. Para pemuda juga ikut heran dan kemudian berteriak-teriak “bagaimana bisa dia menjadi kaisar yang baru?”

“Satu tahun yang lalu dari hari ini, saya telah memberikan benih pada semua pemuda yang ada di sini. Tetapi, saya memberikan masing-masing dari kalian sebuah benih yang sudah direbus, jadi benih itu tidak akan tumbuh”, ucapnya

“Semua dari kalian membawa pohon, tanaman, dan juga bunga-bunga. Kecuali Ling. Ketika anda semua melihat benih itu tidak tumbuh, anda semua kemudian mengganti benih yang saya berikan itu dengan benih yang lain.

Ling adalah satu-satunya orang yang memiliki keberanian juga kejujuran untuk membawa pot dengan benih yang saya berikan didalam potnya. Karena itu, dialah yang layak untuk menjadi kaisar yang baru!” Ucap sang kaisar lantang.

***

Kisah ini telah memberikan kita semua sebuah pelajaran yang sangat berharga. Adapun poin-poin yang bisa kita dapatkan dari kisah ini antara lain yaitu ketika manusia menanam atau melakukan kebaikan, sebut saja jujur, maka manusia akan mendapatkan pekercayaan sebagai buah dari apa yang dilakukan.

Contoh lain, jika anda menanamkan kerja keras dalam diri anda maka yang akan anda petik nantinya adalah kesuksesan. Jika anda sabar maka yang akan anda dapatkan adalah perkembangan atau kemajuan yang berarti. Hal itu juga berlaku untuk hal-hal atau sifat buruk.

Sebagai contoh, jika anda malas maka anda akan berhenti di satu titik itu saja. Jika anda menanam dosa maka yang akan ada dapatkan adalah bersalah. Masih banyak sifat-sifat lain yang akan memberikan buah kepada diri anda jika dilakukan.

Jadi, mulai berhati-hatilah dengan apa yang kita tanam sekarang. Apa yang kita tanam sekarang akan menentukan apa yang akan kita tuai esok hari. Benih yang kita tebar hari ini, bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik atau lebih buruk. Ya, suatu hari nanti, kita akan menikmati buah-buahan, atau kita akan membayar untuk pilihan yang kita tanam hari ini.