Saturday, February 11, 2017

Cerita dalam Bahasa Inggris tentang Kepedulian Sosial

Kisah cerita bahasa Inggris kali ini akan mengupas tema kepedulian sosial. Terdengar terlalu serius mungkin, tapi ketika anda membaca kisah tersebut anda akan mendapatkan cerita yang begitu cair, sama sekali tidak membosankan.

Ceritanya sendiri berjudul “May I Never Get Too Busy”. Meski judulnya panjang tetapi ceritanya pendek, tak lebih dari setengah lembar halaman. Dengan begitu anda tidak perlu takut pusing karena-nya. Lalu, apa arti judul cerita tersebut?

Sebelum mengetahui artinya, mari kita pecah judul di atas menjadi beberapa bagian. Pertama yaitu kata “May I”, dalam bahasa Inggris kata tersebut dapat diartikan menjadi “semoga saya”. Kata may sendiri artinya mudah-mudahan atau semoga.

Kata “never” selanjutnya berarti “tidak akan pernah” sedangkan kata “too busy” artinya terlalu sibuk. Dari beberapa kata tersebut maka judul ceritanya dapat diartikan kurang lebih menjadi “semoga saya tidak akan pernah terlalu sibuk”.

Sekilas dari judul tersebut digambarkan bahwa ada seseorang yang entah dengan alasan apapun tidak ingin jika dirinya menjadi orang yang sangat sibuk dikemudian hari. Seolah digambarkan kesibukan seseorang dalam hal ini merupakan sesuatu yang tidak baik atau buruk.

Itu tadi masalah judul, sekarang sebelum menikmati kisah menarik tersebut ada beberapa kosa kata baru yang juga perlu untuk kita ketahui. Kata-kata tersebut sudah dibuat dalam daftar yang dilengkapi dengan terjemahan atau artinya sekaligus. Mari kita lihat kosa kata-nya di bawah ini.

Bitter = dingin, pahit, sekali
Cold evening = malam yang dingin
Beard = jenggot
Glazed = terlapisi
Waited for = menunggu
A ride = tumpangan
Across the river = menyebrangi sungai
Endless = tak berujung
Numb = mati rasa
Stiff = kaku
Heard = mendengar
Faint = redup, sayup-sayup
Approaching = mendekat
Hooves = binatang berjalan
Galloping = berderap
Frozen = beku
Path = jalan kecil
Let = membiarkan
Effort = usaha
Attention = perhatian
The last = terakhir
Rider = pengendara
A snow statue = patung salju
Reining = mengekang
Hop = melompat
Unable = tidak dapat
His destination = tujuannya
Curiosity = keingintahuan
Inquire = menanyakan
Refused = menolak
Left = membiarkan, meninggalkan
Reckon = memperhitungkan
No concern = tak ada perhatian, keprihatinan
Useless = sia-sia
Kindness = kebaikan
Compassion = perasaan kasihan
Gentle = lembut
Opportunity = kesempatan

Kalau dibaca secara urut, daftar “vocab” di atas bisa memberikan gambaran bagaimana alur cerita dari cerita bahasa Inggris yang akan kita baca. Tapi dari pada sibuk menebak-nebak tentu lebih baik kita baca langsung. Berikut sudah disiapkan kisah tersebut lengkap dengan terjemahannya sekaligus.

cerita berbahasa inggris sosial

May I Never Get Too Busy adalah sebuah kisah yang sangat inspiratif. Kisah ini bermula dari sebuah malam yang begitu dingin. Di malam yang sangat dingin itu, janggut lelaki tua terlapisi oleh suhu yang sangat dingin.

Dia sedang duduk menunggu tumpangan untuk menyeberangi sungai. Penantiannya seperti tak berujung. Hingga tubuhnya kini kaku dan mati rasa. Sayup-sayup dia mendenagar sebuah suara, mendekat kearah nya dengan ritme yang stabil.

Ia merasa gelisah melihat beberapa penunggang kuda melintas melewati tikungan. Ia membiarkan penunggang kuda pertama berjalan melewatinya tanpa ada upaya untuk mendapatkan perhatian.

Kemudian dia membiarkan penunggang kedua lewat begitu saja, begitu pun dengan penunggang kuda setelahnya. Sampai akhirnya penunggang kuda terakhir melewati titik dimana orang tua itu duduk mematung di salju.

Saat pengendara terakhir mendekat, orang tua itu berhasil menatap mata si penunggang kuda terakhir dan berkata kepadanya “Tuan, maukah kau memberikan tumpangan untuk orang tua seperti saya agar saya bisa sampai ke seberang? Tampaknya saya tidak bisa sampai disana dengan berjalan”

Si penunggang kuda pun segera mengencang kudanya lalu menjawab “Tentu saja. Naik lah.” Melihat si orang tua tidak bisa mengangkat tubuhnya yang setengah beku, penunggang kuda pun langsung turun dan membantu orang tua itu naik ke kudanya. 

Si penunggang kuda tidak hanya mengantar orang tua itu menyebrangi sungai, tapi juga mengantarkannya ke tempat tujuan yang berjarak beberapa mil jauhnya.

Saat mereka tiba disebuah pohon kecil yang nyaman, penunggang kuda merasa penasaran, dia pun menanyakan sesuatu pada si orang tua.

“Tuan, tadi saya melihat anda membiarkan beberapa penunggang kuda lain melewati anda begitu saja. Anda sama sekali tidak berusaha agar anda bisa mendapatkan tumpangan”, ucapnya. “Lalu saya datang dan anda segera meminta tumpangan pada saya”, lanjutnya lagi.

“Saya ingin tau kenapa, malam di musim dingin yang sulit ini, anda menunggu dan hanya meminta pada pengendara terakhir. Bagaimana kalau saya menolak dan meninggalkan anda?” Tanya si pengendara kuda?” tanya orang itu lagi.

Orang tua itu pun turun dari kuda. Dia menatap mata si pengendara kuda lalu menjawab, “Saya sudah disini untuk waktu yang lama. Saya rasa saya cukup tau orang-orang mana yang baik.” Ucap si orang tua. Dia terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya lagi.

“Saya melihat ke arah mata para pengendara lain. Saya tidak menemukan satu pun dari mereka yang peduli kepada saya. Akan percuma juga jika saya meminta bantuan pada mereka”, ucap orang tua tersebut.

“Sebaliknya, ketika saya melihat ke dalam mata anda, saya bisa merasakan kebaikan dan kasih sayang  yang nyata”, lanjut orang tua tadi.

“Saya tahu, bahwa kebaikan yang ada dalam diri anda akan bisa memberi bantuan yang saya butuhkan”, ucapan orang tua itu. Ucapan tersebut tentu membuat si penunggang kuda merasa tersentuh.

Hatinya terasa hangat saat mendengar ucapan si orang tua. “Saya sangat berterimakasih atas apa yang anda katakan.” Ucap si penunggang kuda pada orang tua.

***

Ada banyak pelajaran berharga yang sebenarnya bisa kita ambil dari cerita dalam bahasa Inggris ini. Kisah ini mengajarkan pada kita bahwa mata tidak bisa berbohong. Kita bisa melihat seberapa tulus seseorang lewat matanya. Karena mata bisa menunjukan rasa kasih dan juga rasa sayang dan berbagai hal lainnya.

Selain itu, kisah ini juga mengajarkan pada kita untuk terus membantu orang yang sedang kesusahan. Seperti yang telah kita baca di atas, kita akan bisa merasakan kehangatan dan kedamaian jika kita mau membantu orang yang kesusahan.

Untuk orang yang sedang mengalami kesusahan, apalagi dalam kondisi yang serba salah maka memang sebaiknya pandai-pandai dalam mencari bantuan. Dari kisah di atas sang kakek tua tidak meminta bantuan orang yang lebih dulu lewat karena ia tahu benar bahwa hal itu akan sia-sia.

Dalam keadaan yang hampir membeku tentu saja semua gerakan yang dilakukan tubuh akan sangat berpengaruh pada kondisi fisik. Maka dari itu sang kakek sangat bijak, ia menyimpan tenaga dan tidak berteriak – teriak minta tolong sampai ketika ia mendapatkan seseorang yang memang ia yakini akan membantunya.