Thursday, May 11, 2017

Cerita Cerpen 6 Orang Bahasa Indonesia dan Inggris

Cerita cerpen 6 orang ini diminta khusus dari salah satu pengunjung yang mengeluh susah mendapatkan cerita pendek yang sesuai dengan kebutuhan. Ceritanya rekan tersebut ingin belajar membuat karangan dalam bentuk cerpen kemudian nanti diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sekaligus. Untuk itulah kita akan membahas cerita tersebut.


cerpen 6 orang pendidikan
Cerita Cerpen Tema Pendidikan 6 Orang Pelajar
Judul cerpen ini adalah "murid nakal". Dari judul tersebut jelas sekali bahwa tema cerpen ini adalah tentang pendidikan atau anak sekolah atau pelajar. Dengan tema tersebut maka kisah yang diangkat tentu saja akan cukup menarik dan membuat penasaran bagi rekan pelajar semua. Panjang ceritanya sekitar 1000 kata, tidak lebih dari dua lembar. Ingin tahu seperti apa, baca langsung di bawah ini.

Murid Nakal
Cerpen 6 Orang

Masa SMA, masa yang ditunjukan untuk dunia kami bocah belasan tahun, untuk kami berekpresi, menggali potensi, dan juga masa dimana kami mengenal cinta. Banyak yang mengatakan usia SMA, adalah usia saatnya untuk berbenah, memperbaiki diri serta menyiapkan diri ke masa kedewasaan.

Tetapi lain hanya dengan kami, bagi kami kebebasan dalam segala hal, yaitu kebebasan untuk berbuat, kebebasan untuk berbicara, dan kebebasan untuk mencaci adalah yang lebih utama bagi kami. Karena di Sekolah kami ingin menjadi mengendali, bukan untuk dikendalikan terlebih menjadi budak orang lain.

Kami ingin merdeka layaknya burung yang terbang bebas di alam, yang tidak memikirkan sangkar yang bisa membuatnya tidak berkutik. Dengan demikian burung itu bisa bebas terbang kesana kemari, mecari makanan dan memilih makanan yang mereka suka.

Memang sedikit berat bila kebebasan dan kemerdekaan kami terapkan di dalam sekolah, karena memang di sekolah kami mempunyai peraturan yang harus ditaati. Tetapi setelah kami berfikir, dan juga merenung serta karena keinginan untuk merdeka maka tentulah peraturan bagi kami dibuat untuk dilanggar.

Sehingga tidak ada yang bisa menghalangi kami untuk bisa menegakan apa yang kami inginkan, serta apa yang kami mau, bahkan kami siap bersaing untuk mendapatkan apa yang kami mau, dan juga kami inginkan.

Di kala siang hari, terik matahari begitu mencubit kulit, hingga berlumuranlah keringat hingga sekujur tubuh. Sementara fikiran dan hati, juga bertambah panas, kami merasakan berada di sekolah layaknya di penjara tidak ada kebebasan menyertai kami, kami harus menurut saja dengan aturan guru ketika di kelas.

Rifki: Hari ini nampak membosankan untukku, aku ingin pergi dari sini mencari kesenangan di luar sana, apakah kalian mau ikut (Ungkap Rifki kepada 5 orang temannya).

Joe: Akupun merasakan yang sama, ruangan kelas ini seperti penjara bagiku.
Samuel: Bagaima kalau kita membolos, kita ke kantin tempat pak Selamet depan, di sana kita bisa santai sambil menikmati dinginnya es kelapa.

Rizal: Aku sangat setuju dengan idemu Sam, tetapi bagaimana caranya kita keluar, ini adalah waktu jam pelajaran, kita bisa dihukum bila melanggar peraturan.
Tam: Kalian lupa apa, dengan yel-yel kelompok kita, peraturan dibuat untuk dilanggar, bukan untuk dituruti.

Kemal: Jadi tunggu apa lagi, ayo kita keluar, (Sambil berdiri, dan guru yang menerangkan langsung menudutkan pandangannya kepada Kemal).
Guru: Ada apa kemal..?,(Tanya guru dengan raut muka curiga).

Kemal: Tiba-tiba perutku sakit buk, nampaknya aku ingin pulang untuk mengobati sakit perutku, izinkan aku pulang buk, (Dengan nada dan muka yang memelas).
Tiba-tiba 5 orang Kemal juga turut memgangi perutnya sambil membungkuk serta mengerutkan wajahnya seolah sedang sakit perut.

Guru: Kalian kenapa..?
Kelima orang: Perutku juga sakit bu, aku juga meminta izin untuk pulang, (Dengan nada dan muka yang juga melas).

Guru: Saya curiga dengan kalian, mengapa kalian bisa bersamaaan merasakan sakit perut, itu alasan kalian saja ya..?

Keenam murid: Tidak buk, aku benar-benar sakit perut, (Masih dengan ekspresi yang sama).
Guru: Tunggu sini, biarkan ibu yang mencarikan obat di kantor, dan kalian tidak diizinkan untuk pulang.
Keenam orang: Tapi buk, (Tidak sepakat dengan pernyataan guru).
Guru: Tidak ada tapi, tunggu di kelas, dalam 5 menit akan kembali membawa obat.

Sang guru pergi dari kelas dan berjalan dengan begitu santainya ke kantor hendak mencari obat. Sementara keenam murid tidak memperdulikan amanat dari gurunya, dan memilih untuk pergi dari kelas.  

Salah satu murid duduk di kelas: Kalian mau kemana, ibu guru sudah berpesan kepada kalian, agar kalian menunggu di kelas.

Keenam murid: Diam saja kau kutu buku, kami akan pergi dari sini (Sambil mengepalkan tangan kanan serta mengarahkannya kepada salah satu murid yang duduk di kelas.

Keenam murid berlari dengan tergesa-gesa melintasi teras demi teras kelas, serta melompat pagar yang berada di belakang sekolah. Dimulai dari Rifki yang mencoba memanjat pagar yang tingginya 2 meter itu, dan berhasil. Sementara itu beberapa murid yang lain Kemal, Joe, Tam-tam, samuel, dan Rizal berhasil melompai pagar.

Kini kami menjadi murid yang mempunyai kebebasan yang merdeka, layaknya seekor burung yang sudah mempecundangi sangkarnya dengan tidak berdaya. Itulah yang kami lakukan, bahkan selain mempecundangi ruang kelas kami, kami juga mempecundangi guru dan teman kami.

Selanjutnya kami akan lakukan hal-hal yang menghibur serta membuat kami bahagia untuk membuat fikiran dan jiwa kami merasa bebas merdeka. Dan tentunya hal tersebut akan kami lakukan sampai larut malam nanti, hingga mulut ini sudah lelah untuk tertawa, serta perut ini juga sudah tidak sanggup menahan tawa, dan tidak ada lagi hal yang menghibur yang lainnya.

Pagi menjelang, kami tidak sadar tidur di teras milik pak Selamet, kejadian tadi malam begitu terasa cepat, mungkin akibat pengaruh alkohol. Tiga teman kami Rizki, Kemal, dan Tam-Tam, masih tertidur pulas dengn begitu lelapnya.

Hari sudah cukup siang, kini tiba saatnya untuk kami pulang dan menyiapkan diri berangkat sekolah. Dengan raut muka yang lelah, seragam yang gelepot tanah dan lusuk kami pulang.

Sesampainya di rumah kamipun harus menghadapi kemarahan orang tua kami karen tidak pulang malam. Tetapi karena mental pemberontak kami, kami berhasil menyelesaikannya dan hingga akhirnya kami bisa sampai di jalan biasa kami berkumpul untuk berangkat sekolah.

Gerbang sudah di tutup tanda waktu belajar sudah dimulai, sementara kami masih di depan gerbang menunggu belas kasihan dari pak satpam. Karena kuatnya prinsip pak satpam memegang amanah menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan pak satpam tidak mengizinkan kami masuk.

Sementara itu tiba-tiba sebuah ide jahat hinggap di otak dan fikiran kami, kami mempunyai rencana untuk tetap masuk ke kelas melalui belakang. Yaitu dengan memanjat tembok sekolah yang biasa kami gunakan untuk membolos.

Dengan cekatatannya kami memanjat tembok, hingga kami sudah berada di seberang tembok dalam sekolah namun belum sempat untuk menurunkan kaki kami di tanah. Ketika hendak kami turunkan kaki kami ke tanah tiba-tiba suara si hidung besar yang terkenal dengan kegalakannya terdengar di kuping kami.

Yah, dia hidung besar yang merupakan kepala sekolah dari sekolah kami, dia sudah menunggu kami turun dan mendaratkan kaki kami ke tanah.

Hidung besar: Ehem, Ehem, nampaknya kalian berbakat dalam memanjat tebing, aku punya tawaran bagus untuk bakat kalian.

Keenam murid: Yah, ini memang salah satu keahlian kami, (Dengan muka yang pucat dan tidak menyangka ada hidung besar di belakangnya).

Hidung besar: Kalian harus dihukum  atas perbuatan kalian, (Ungkap Hidung besar dengan kemarahannya).

Akhirnya hukuman dilimpahkan kami, kami harus berlari mengelilingi halaman sekolah 100 putaran, dan harus hormat kepada bendera hingga datang waktu pulang. (Arif Purwanto)


---oOo---

Nah itu tadi yang baru di baca adalah versi teks bahasa Indonesia. Bagi rekan yang ingin cerpen bahasa Inggris bisa menerjemahkan cerita tersebut. Jika ingin yang lebih mudah, silahkan cari link atau tautan yang untuk mendownload cerpen ini. Sudah disediakan kok, tinggal diikuti saja.

Lain waktu, agar lebih mudah lagi cerita-cerita dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang dibagikan akan dimuat langsung dalam satu halaman pembahasan. Namun untuk saat ini karena kami masih memiliki banyak keterbatasan maka prosesnya masih agak tertunda. Mudah-mudahan saja setiap kisah unik yang dibagikan berkenan di hati pembaca semua.