Tuesday, May 9, 2017

Cerpen Inggris dan Indonesia tentang Keledai yang Sukses

Cerpen bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk hiburan di waktu senggang. Cerpen juga bisa digunakan sebagai media belajar. Sebut saja misalnya cerpen bahasa inggris untuk pembelajaran pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Cerpen seperti itu bisa digunakan sebagai hiburan sekaligus untuk belajar.

cerpen orang sukses
Cerpen Inggris dan Indonesia tentang Keledai yang Sukses
Mengingat koleksi cerita-cerita bahasa Inggris kita masih sedikit maka kita akan menambahkan terus cerita pendek bahasa Inggris. Kali ini kita akan menikmati sebuah kisah tentang perjuangan seseorang menuju kesuksesan.

Ya, tentu saja ceritanya akan berhubungan dengan usaha atau perjuangan dalam menggapai hidup yang lebih baik. Bagus, meski sederhana cerita berikut sangat menarik untuk diteladani. Bagaimana, mau ikutan. Mari kit abaca lebih dulu cerita pendek (cerpen) tersebut dalam bahasa Indonesia.

Masa Depan Ada di Tangan Kita Sendiri
Cerpen Keledai yang Sukses

Anak kok bodoh-nya minta ampun, mau jadi apa kamu nanti. Kalimat itu sangat sering terdengar dari kedua orang tua Rifky. Paling tidak, seminggu dua kali Rifky mendengar umpatan tersebut. Marah, emosi, sakit hati, tentu saja itu yang dirasakan oleh Rifky.

Meski masih SMP, Rifky sudah tahu dan sudah bisa mencerna perkataan seperti itu. Apalagi di sekolah ia juga diperlakukan tak jauh berbeda. Rifky memang anak yang sangat polos, lugu. Kemampuan akademiknya pun cukup jauh jika disbanding dengan teman lain.

Di sekolah ia selalu mendapatkan nilai paling kecil. Dari 34 siswa, ia pasti mendapatkan peringkat terakhir. Tak ada kebanggaan sama sekali dari kemampuannya di sekolah.

Keturunan dari kakek yang mengalir dari sang ibu, Rifky meski bodoh tapi dibekali dengan ketekunan dan kesabaran ekstra. Tekun dan sabar menjadi senjata-nya melawan ketidakadilan dan perlakuan tak layak dari semua orang.

Hari terus berlalu. Ia terus saja ditempa dengan cacian dan makian, sindiran dan cemooh. Apalagi ketika ia harus tinggal kelas dan tak lulus dari SMP.

Hari itu, setelah mengulang satu tahun, akhirnya ia lulus SMP. Ia berjalan dengan langkah yang pasti, pulang menuju rumah.

Hari itu hari istimewa, ada harapan bahwa esok ia akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Sesampainya di rumah, suasana begitu hening, sunyi. Tak ada seorang pun disana. Seperti biasa, sang ayah pergi ke sawah dan ibunya berjualan es keliling.

“Kalau mau daftar bareng ya. Kamu mau daftar dimana Rif?”, sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. “Entahlah….”, jawabnya singkat.

Rifky belum tahu pasti bagaimana masa depan dia setelah lulus SMP. Ia takut, beberapa hari lalu sang ayah sudah mengatakan bahwa ia tidak akan menyekolahkan Rifky karena tidak ada biaya.

Rifky tahu diri, ia tidak berharap banyak dari bangku sekolah. Lagi pula Rifky merasa bahwa bakatnya bukan di dunia pendidikan. Buktinya sekeras apapun ia belajar, ia selalu saja tidak mampu mengimbangi teman-temannya.

Seminggu berlalu, taka da pembicaraan mengenai lanjut sekolah. Rifky mengambil kesimpulan bahwa benar orang tuanya tidak akan menyekolahkannya lagi. Ia pun segera membenamkan diri dengan apa yang ada di depannya.

Lulus SMP, ia kemudian sibuk membantu keluarga. Membantu ayah di sawah, membantu ibu jualan, semua ia jalani dengan tekun. Sampai suatu ketika, datang seorang saudara yang merubah perjalanan hidupnya.

“Bagaimana kabar Rifky, sekarang sudah lulus SMP ya, sekolah dimana sekarang?”
“Boro-boro mau sekolah Yu, untuk makan saja susah kakakmu ini…”
“Jadi, Rifky tidak lanjut sekolah Kak?”
“Tidak, kakak tidak ada biaya…”

Sejenak suasana hening. Rifky mengeluarkan minuman untuk pamannya yang baru dating dari kampung sebelah.

“Kak, bagaimana kalau Rifky ikut saya saja. Kebetulan saya sedang membuka usaha counter hp, siapa tahu Rifky bisa bantu-bantu disana…”
“Ya sana kamu ajak dia. Di rumah juga cuma disawah… kalau dia mau…”
“Bagaimana Rif, mau ikut paman?”
“Tapi aku tidak bisa apa-apa paman, nanti aku ngerepotin paman…”
“Sudah, yang penting kamu mau. Nanti paman ajari kamu dandan HP, bantu-bantu paman…”

Esok paginya, Rifky langsung ikut pamannya. Berbekal beberapa pasang baju, Rifky merantau ikut pamannya, meninggalkan kedua orang tuanya sendiri di rumah.

Di rumah paman, Rifky rajin membantu segala kesibukan paman-nya. Dari pekerjaan di counter, bahkan sampai kerjaan rumah. Ia tak lelah dan tak malas membantu.

Peluh terus bercucuran. Badannya sedikit kurus. Sang paman tahu benar meski Rifky agak lambat dalam belajar tadi keponakannya itu sangat rajin dan tekun.

“Paman yakin kamu akan jadi orang sukses Rif…”, ucap paman suatu sore.
“Sukses bagaimana paman…?”, jawab Rifky
“Tetaplah seperti itu Nak, kerja keras, rajin dan tekun… kelak kamu akan menikmati buah manis dari kerja keras itu…” pesan pamannya.

Tahun pertama, Rifky tak pulang ke rumah di hari lebaran. Terpaksa, pamannya sedang sangat sibuk dan sangat membutuhkan bantuan Rifky. Meski menanggung rindu yang sangat besar tapi Rifky ikhlas.

Tiga tahun berlalu, Rifky berubah menjadi remaja yang super. Tangannya kini sudah semakin terampil membantu pekerjaan sang paman. Ia mulai dipercaya menyelesaikan banyak pekerjaan.

“Rif, paman punya sesuatu untuk kamu…?”
“Apa paman?”
“Itu, coba kamu lihat sendiri di kamarmu?”

Rifky langsung berlari ke kamar. Dilihatnya seperangkat komputer dengan alat flash untuk servis hp. Ia kemudian berlari lagi ke ruang tamu, “itu benar paman untuk aku?”, Tanya Rifky.

“Iya, itu modal untuk kamu pulang ke rumah. Sudah cukup lama kamu membantu paman dan paman tidak pernah memberikan apapun ke kamu. Mulai sekarang, semua servis hp kamu yang tangani. Kamu dapat gaji bulanan mulai bulan depan. Akhir tahun ini, kamu bisa pulang dan membuka usaha sendiri di rumah…”, ucap sang paman.

---Tamat---

Versi kedua dari cerpen ini ditulis dalam bahasa Inggris. Tapi mengingat cerpen ini saja sudah cukup panjang jadi versi cerpen kedua tidak dapat disertakan langsung di sini. Cerpen kesuksesan dalam bahasa Inggris di atas bisa anda baca di pembahasan selanjutnya. Yang berminat bisa langsung membacanya melalui tautan download yang sudah disediakan.

Tinggal di klik saja tautannya, anda akan diarahkan ke cerita bahasa Inggris untuk cerpen yang dimaksud. Agak sedikit repot memang tapi untuk sementara tidak apa-apa. Lain waktu akan kita sediakan langsung dua versi sekaligus dalam satu pembahasan agar lebih mudah.

Mungkin untuk cerita-cerita yang lebih singkat, misalnya yang 200 sampai 500 kata bisa langsung disajikan dalam satu kesempatan. Karena kalau cerpen yang panjangnya lebih dari 1 halaman akan terlalu panjang jika disertakan dalam dua bahasa sekaligus.

Sesekali nanti juga disiapkan untuk rekan semua. Tidak perlu kecewa dan khawatir. Sepanjang rekan semua berkunjung terus ke situs ini, pengelola akan terus berusaha memberikan bacaan terbaik dan menghibur yang dibutuhkan.

Semoga cerita sederhana di atas bisa berkenan di hati rekan pembaca semua. Jangan lupa juga untuk membaca cerita-cerita lain yang sudah disiapkan. Bagikan juga cerita ini di media sosial agar rekan lain juga bisa ikut menikmatinya. Sampai disini, selamat menikmati.