Saturday, May 20, 2017

Contoh Cerpen Tentang 3 Sahabat Sejati yang Terpisah

Contoh cerpen tentang 3 sahabat sejati berikut ini dipersembahkan secara khusus untuk sahabat-sahabat semua yang ada di seluruh dunia. Semoga persahabatan kita semua selalu melahirkan keindahan dan kebahagiaan dalam hidup. Semoga kita tak pernah kehabisan inspirasi untuk menyayangi semua sahabat kita.

cerpen sahabat sejati
Contoh Cerpen Tentang 3 Sahabat Sejati yang Terpisah
Karya cerpen sahabat sejati ini berjudul "terpisah karena mimpi". Mungkin bisa ditebak bagaimana alur kisahnya bukan? Ya, bisa dibayangkan bagaimana rasanya harus berpisah karena sesuatu yang memang diharuskan. Meski memiliki sahabat sejati namun hidup kita juga harus tetap berjalan dan sukses. Jadi penasaran dengan ceritanya ya?

Terpisah Karena Mimpi
Cerpen tentang 3 Sahabat Sejati

Mimpi adalah penarik minat hati untuk bergerak menjadikan seseorang pemimpi seperti apa yang ada dalam mimpi. Setiap orang yang bermimpi tentu akan berbeda antara mimpi orang satu dan mimpi orang yang lain. Dan kami 3 sahabat yang mempunyai mimpi tinggi, berharap kami akan mendapatkan mimpi kami menjadi kenyataan di masa depan.

Albert yang merupakan darah keturunan Indo-Jerman, selalu mempunyai mimpi di masa depan dirinya menjadi seorang profesor yang jenius. Bahkan di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tubuh dan fikirannya selalu bergerak untuk bisa mendapatkan mimpinya tersebut.

Di sekolah Albert dikenal sebagai anak yang cerdas, sedikit pendiam, serta banyak membaca buku. Tetapi Albert juga merupakan teman yang asyik ketika di ajak bermain, bercanda, terlebih ketika berkumpul dalam kelompok pertemanan kecil 3 sahabat pengejar mimpi.

Selanjutnya adalah Taurus, yang merupakan darah Batak asli yang mempunyai mimpi menjadi seorang seniman dalam bidang musik yang profesional dan terkenal. Tidak ada bedanya dengan Albert, di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar Taurus juga begitu giat mengejar mimpinya itu.

Taurus menguasai banyak alat musik, serta pernah menjuarai lomba bermusik tingkat kabupaten, meskipun dia sendiri baru duduk di sekolah dasar kelas enam. Mimpinya begitu berharga untuknya, hingga meski jangkauan hidupnya masih panjang, Taurus tidak menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak positive, semua waktunya dihabiskan untuk belajar dan belajar guna mendapatkan mimpinya.

Dan yang terakhir anggota 3 sahabat pengejar mimpi adalah Angga, yang merupakan keturunan asli Jawa. Mimpinya mengatakan bahwa Angga harus menjadi seorang penulis yang memiliki banyak karya berpengaruh di dunia. Di usianya yang sangat dini inipun dia pandai membuat sastra sajak, puisi, pantun, dan juga cerita pendek, (Cerpen).

Tiga sahabat pengejar mimpi adalah geng sebagai wadah tempat curhat serta berbagi pengetahuan dan informasi. Albert, Taurus, dan Angga, adalah merupakan orang yang ada di dalam kelompok tiga sahabat pengejar mimpi.

Sepulang sekolah kami selalu bertemu di rumah kayu yang berada di atas pohon yang kami buat sendiri. Di sana kami berkeluh kesah dan membicarakan panjang lebar tentang mimpi kami. Meski mimpi kami berbeda-beda tetapi masing-masing dari kami selalu bersedia menerima keluhan dari masing-masing anggota tiga sahabat pengejar mimpi yang mempunyai masalah.

Ketika kami bertemu tidak hanya mimpi yang kami bahas dan juga kami fikirkan. Tetapi bermain juga kami fikirkan dan juga kami bahas, dan bahkan kami lakukan. Mungkin hanya di kelompok pengejar mimpi inilah kami bisa bermain dengan sepuas hati dengan kebahagiaan tingkat ujung langit ke tuju.

Albert: Aku tidak tahu ketika nanti kita sudah keluar dari sekolah dasar, apakah kita masih bisa bertemu, sementara mimpi kita berbeda, tentulah orang tua kita akan memasukan ke sekolah yang sesuai dengan mimpi-mimpi kita.

Taurus: Kau benar Albert, aku sendiri akan di masukan di sekolah yang berada di Amerika, di sana sekolah menengah pertama yang mempunyai pendidikan musik yang sangat baik. Sementara kau Albert, dan kau Angga, kalian akan berbeda sekolah denganku, Albert di Belanda untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai mimpinya, sementara Angga akan bersekolah di Inggris, yang juga sekolah mempunyai jalan untuk mimpinya.

Angga: Aku juga masih merasakan kebingungan, tetapi yakinlah bahwa mimpi adalah hal yang mesti diprioritaskan dan mesti dikejar. Bertemu tidaknya kita nanti itu adalah takdir tuhan yang diakibatkan mimpi yang berbeda diantara kita. Lagi pula kita berada di sini juga atas dasar mimpi, untuk saling memberi semangat kepada kita yang mempunyai masing masing mimpi yang berbeda, karena memang di luar sana tidak ada yang perduli dengan mimpi kita. Di kelompok tiga sahabat pengejar mimpi inilah kita bisa menyampaikan keluhan dan memberikan semangat.

Taurus: Tetapi kerinduan tidak bisa dielakan ketika aku, dan kalian sudah serius untuk mengejar mimpi. Kalian akan sibuk dengan mimpi kalian, dan tidak ada waktu untuk memikirkan persahabatan ini.

Albert: Sekaranpun kita sebenarnya sudah sibuk dengan mimpi kita masing-masing, hanya saja sekarang kita masih mempunyai waktu untuk bertemu karena satu sekolahan. Dan ketika nanti kita sudah lebih sibuk dengan mimpi kita dan jarak juga sudah memisahkan kita, kita masih mempunyai alat komunikasi yang maha canggih yang ada saat ini. Jadi pergunakanlah untuk kita berkomunikasi dan saling menanyakan kabar.

Angga: Kau benar Albert, dan aku juga meminta kepada kalian jangan lupakan persahabatan kita, terwujudnya atau tidaknya mimpi kita, kita adalah pengejar mimpi, jadikan persahabatan kita sebagai penyemangat dalam rangka mengejar mimpi. Dan aku ingin mendengarkan kabar di masa depan kalian mendapatkan mimpi kalian, kalian bersedia memberikanku,.? memberikan satu sama lain kabar tentang keberhasilan meraih mimpi di masa depan..! -Sambil mengajukan tangan, mengajak berjanji sambil menumpuk tangan dan mengangkatnya ke udara-.

Sementara masing-masing dari kami juga mengulurkan tangan dan menumpuknya sambil membuat kesepakatan harus mendapatkan mimpi yang kami simpan di dalam hati dan kepala kami sekarang ini. Mengangkat tangan sambil berteriak," Kamilah pengejar mimpi dan akan mendapatkan mimpi".  

Tuju bulan sudah berlalu, tahapan untuk mencapai kelulusan sekolah dasar juga sudah kami lewati, dan bahkan kami sudah menapatkan predikat lulus dari sekolahan. Kini tiba saatnya perpisahan menerpa kehidupan kami. Tangis haru tidak bisa dielakan, ketika kami duduk bersama berpamitan di rumah kayu pemersatu mimpi ini.

Tetapi apalah daya, tangis tidak ada gunannya dengan lapang hati kami mengihlaskan satu sama lain pergi mencari dan mendapatkan mimpinya. Sedangkan untuk rumah kayu pemersatu mimpi ini tidak akan kami rusak, sebagai sejarah bahwa ada tiga anak kecil pengejar mimpi yang datang dari mimpi yang berbeda.

Senin pagi kami menuju bandara internasional Sukarno-Hatta, kami berangkat bersama namun harus berbeda jalur penerbangan. Sesak dalam hati menempel dalam dada, serta tangis air mata melihat perpisahan tidak terbendung lagi. Namun kamipun mempunyai komitmen untuk bisa tetap tabah, dan tegar hingga saatnya nanti kita bertemu dan saling memamerkan mimpi yang sudah kami capai.

Selamat jalan kawanku, selamat jalan ibu pertiwi, Indonesia akan selalu tertanam dalam hati, meskipun jasad ini pergi ke negeri orang. Bahkan kawan kami Albert, yang merupakan keturunan Indo-Jerman, juga merasakan kecintaanya kepada Indonesia, hingga dia mengatakan bahwa dirinya akan merindukan Indonesia ketika dia pergi ke Belanda. (Arif Purwanto)