Monday, June 5, 2017

Cerpen tentang Hijab Penyelamat Inggris dan Indonesia

Cerpen bahasa Inggris dan Indonesia kali ini masuk kategori religi yang didalamnya kental dengan nuansa kehidupan agama. Ya, terlihat dalam judul, "hijab penyelamat" sangat jelas memberitahukan kepada pembaca bahwa dengan memakai pakaian hijab syar'i maka seseorang akan lebih terjaga dan terhindari dari hal buruk.

cerpen tentang hijab penyelamat
Kisah Cerpen tentang Hijab Penyelamat

Dari judulnya saja bisa ditangkap sebuah pemberitahuan dan juga peringatan agar muslim senantiasa bisa menjaga pakaian dengan baik. Menjaga pakaian bagi wanita sama artinya dengan membentengi diri sendiri dari perbuatan maksiat yang akan menghancurkan seseorang. Tentu saja tema cerita ini sangat bagus, benar tidak?

Sebagai awal, rekan semua bisa menikmati langsung cerita pendek tersebut dalam bahasa Indonesia. Versi bahasa Indonesia ini tidak terlalu panjang, hanya sekitar 100 kata, tak lebih dari 2 halaman. Cerita seperti ini tentu sangat cocok untuk teman santai di sore hari. Silahkan langsung dinikmati saja bagaimana kisah selengkapnya berikut.

Hijab sang Penyelamat
Cerpen Bahasa Indonesia

Malam yang sungguh meriah dihiasi dengan suara kendaraan yang tidak memiliki adab, serta lampu-lampu yang berjejer rapih menjadikan terang walaupun bukan siang. Sementara aku dan dua orang temanku sedang menenggak arag, untuk membuat fikiran kami menjadi lebih tenang dan tidak gelisah.

Kami memiliki 3 botol arag, dan masih-masing dari kami harus bisa menghabiskan satu botol arag. Sementara itu sebagai pelepas jenuh kami juga memperbincangkan hal-hal yang tidak penting sebagai hiburan semata. Inilah cara kami mengusir jenuh dan menjadikan suasana berkumbul tidak menjenuhkan.

"Hey, kau lihat gedung di sana, yang besar lagi indah, dihiasi dengan kelap-kelip lampu yang menawan," Ungkapku sambil menunjuk dengan tatapan mata yang liar.

"Ya aku melihatnya", ungkap Rio temanku.
"Ya aku tahu, lalu ada apa dengan gedung itu", Ungkap Ringgo temanku.

"Besok kalau aku sudah jadi orang kaya, aku akan bangun gedung yang lebih tinggi dari pada itu, lebih bagus dari pada itu. Dan di gedung yang akan aku bangun nanti akan ku isi dengan benda-benda mahal yang terbuat dari emas, serta wanita-wanita malam yang cantik-cantik untuk menemani malammu setiap malam. Dan itu tentu sangat menyenangkan bukan, dan kalian bila hendak menenggak arag maka aku yang akan belikan, aku akan belikan sepabriknya untuk kalian minum", ungkapku menghayal sambil berbicara lantang.

"Wah setuju, itu yang terpenting kalau kau kaya jangan lupakan kami, karena biar bagaimanapun kami ini sahabatmu", ungkap Rio.

"Terus bagaimana strategimu untuk bisa kaya", ungkap Ringgo begitu penasaran.

"Kaya itu soal gampang, aku hanya perlu menculik anak pejabat setelah itu aku meminta tebusan kepadanya dengan uang satu truk, dan apa aku sudah kaya bukan haha", berbicara diluar kendali karena mabuk.

"Hahahah", dua kawanku juga ikut tertawa nampak terlihat kami seperti gerobolan orang gila yang bermimpi menuju bulan.

***

Setengah jam lagi waktu kerjaku usai dan aku boleh pulang, sementara itu pekerjaanku sudah hampir selesai. Sementara itu aku masih melihat kawan-kawanku begitu gugub mengejar target mengetik karena waktu bekerja sudah hampir habis.

Tetapi aku tetap fokus dengan pekerjaanku dan jari ini tetap kuat dan cepat untuk terus mengetik hingga pekerjaan bisa terselesaikan.

"Tet...! Tet..! Tet..!", bunyi bel tiga kali tanda jam pulang sudah datang. Sementara itu ribuan orang di dalam perusahaan berbondong-bondong keluar dari pabrik. Sementara itu aku masuk ke dalam mushola kecil yang berada di perusahaan tempatku bekerja.

Dan di situlah ku lepas hijabku untuk mengambil air wudhu dan kemudian melakukan kewajiban sholat 5 waktu sebelum pulang. Dengan melakukan sholat sebelum pulang maka aku yakin perasaanku lebih tenang karena tuhan akan selalu menjagaku ketika aku berjalan dan melangkahkan kaki.

"Hey Ria, kau tidak pulang ", sapa Elin salah satu teman kerjaku.
"Aku hendak sholat dulu", ungkapku setelah mengambil air wudhu.

"Aku duluan ya", ungkapnya.
"Iya", berjalan sambil masuk ke musholah.

***

"Sudahlah ini sudah hampir jam sembilan, lebih baik kita mangkal diterowongan, tempat orang berlalu lalang pulang bekerja, siapa tahu kita dapat uang di sana, atau justru dapat gadis yang cantik hahah", ungkapku berkata kepada kepada kedua temanku.

"Oke langsung saja kita Van ke terowongan ini sudah waktunya", ungkap Rio dan Ringgo.

Ketiga preman itu berjalan dalam pengaruh minuman alkohol yang hingga menimbulkan pikiran jahat dibenaknya. Setelah berjalan selama 10 menit sampailah dia di terowongan yang tidak terlalu gelap tetapi begitu sepi.

"Nah di sini ni kita akan cari mangsa, tinggal tunggu saja kita sampai ada mangsa lewat setelah itu kita sikat", ungkap Evan yang fikirannya sudah dibutakan oleh kejahatan karena pengaruh alkohol.

***

Kekasihku nampak begitu sexsi hingga membangkitkan birahi nafsu dalam otaku. Tubuhnya berbalutkan pakaian yang begitu ketat dengan rok di atas lutut, serta lengan yang tanpa sehelai benangpun serta payudara yang sedikit terlihat belahannya.

"Sayang, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang karena orang tuaku sudah menelponku dan menyuruhku pulang", ungkap kekasih lelaki kepada Shela yang berbpakaian maha sexsi bagai pekerja sex komersil.

"Iya tidak apa-apa aku bisa pulang sendiri kok", ungkapnya dengan lembut dan senyuman manis, hingga membuat nafsu kekasihnya memuncak.

Di dalam mobil yang gelap tanpa penerangan sedikitpun, sang kekasih langsung saja merangkul Shela hendak mencumbu tubuh eloknya. Tetapi Shela enggan melayaninya dan berkata,"Sayang jangan sayang, ingat aku ini kekasihmu", mendorong tubuh kekasihnya hingga terpental setelah mendapat ciuman di bibirnya.

Sementara itu Shela langsung keluar dari mobil tanpa berbicara apa-apa kepada kekasihnya. Dengan pakaian yang begitu sexsi tersebut dia hendak berjalan ke trowongan yang di situ sudah ada rombongan preman yaitu Evan, Ringgo, dan Rio. Gerombolan preman yang sedang mencari mangsa.

***

Nyaman sekali hati bila sudah melakukan kewajiban sholat, kini tiba saatnya untuku berjalan pulang, karena malam juga sudah begitu larut. "Bismilah hirohman nirrohim", ungkap bibir berguman dan hati juga bersuara, dan kemudian aku berjalan.

Aku berjalan untuk bisa sampai ke rumah, karena memang di malam tidak ada lagi jasa transportasi umum yang bisa digunakan, sehingga mau tidak mau ataupun suka tidak suka aku harus berjalan.

Tibala aku sampai di terowongan yang tidak gelap tetapi sangat sepi, aku beranikan diri aku terus melangkah karena yakin tuhan pasti menjagaku. Sementara itu aku melihat 3 preman yang duduk di trowongan tersebut, dia tidak menyapa ataupun bertanya kepadaku hanya melihat sekilas saja dan kemudian menundukan kepala.

Terus ku langkahkan kakiku untuk bisa sampai ke rumah, hingga akhirnya sampailah aku di depan rumah dengan keadaan selamat. Langsung saja ku mengganti bajuku dan kemudian mebaringkan tubuhku di atas ranjang, Oh ini nikmat sekali, rasa lelahku terbayarkan ketika menikmati berbaring di atas ranjang. Dalam sekejap saja aku lupa dan langsung tertidur.

***

"Apa-apaan si Angga, asal cium gitu aja, gak mikir apa ya, untung saja aku bisa berontak, kalau tidak pastilah hilang kesucianku", ungkap Shela berbicara dalam hati sendiri di dekat terowongan.

Shela berjalan terus memasuki trowongan yang sepi tetapi tidak gelap yang didalamnya terdapat preman yang sedang mencari mangsa. Tibalah Shela melintas di depan preman, "Hey Cantik, dari mana buru-buru sekali", ungkap Evan dan kawan-kawan.

"Aku buru-buru bang", begitu ketakutan karena dicegat oleh preman berusaha melarikan diri.

"Buru-buru kenapa si, mending di sini dulu sama kita nemenin kita", ungkap Evan sambil menarik tangan Shela yang begitu halus.

"Iya dong cantik buru-buru banged si", ungkap Rio sambil menyolek pantat Shela,"Hey jangan kurang ajar ya, Tolong..! Tolong..! ada preman", triak Shela begitu ketakutan.

"Gak bakal ada yang akan dengerin triakan kamu cantik", ungkap Evan dan langsung menariknya ke belakang terowongan yang di sana sudah tertata kardus yang ditata sedemikian rupa layaknya ranjang tidur.

"Tolong bang lepaskan saya", ungkap Shela memohon sambil berusaha untuk melepaskan genggaman tangan dari sang preman.

Tanpa fikir panjang Evan langsung menarik baju Shela hingga robek hingga terlihatlah benar lekuk tubuh seksi Shela. Sementara Shela terus berontak meskipun sudah dalam keadaan telanjang. Evan langsung membekap Shela disitulah Shela tidak punya daya apa-apa untuk menolak kerusakan kesuciannya yang dilakukan oleh Evan.

Nafsu Evan terus dilimpahkan kepada Shela selama 3 jam lebih hingga membuat keduanya begitu lemas. Dan di sana Shela tergeletak tidak berdaya dengan keadaan pendaraan pada bagian kelamin. Sementara itu Ringgo juga tidak mau kalah dia juga ingin menunjukan kejantanannya kepada Shela. Mulailah dia menelanjangi diri dan kemudian melakukan hubungan intim selama kurang lebih 4 jam.

Shela nampak begitu pucat, dan hanya menangislah yang bisa dia lakukan sambil berteriak genit yang membangkitkan birahi para preman. Setelah Ringgo selesai menyalurkan nafsunya kini tinggal Rio yang juga ingin melakukan hal yang sama, tetapi mendapat penolakan dari Shela.

"Aku sudah begitu lemas bang, jadi saya mohon sudah", ungkap Shela terlentang dalam keadaan telanjang sambil menutup matanya.

"Harus adil dong, kalau teman saya aja dapat masa saya enggak", ungkap Rio langsung membekap Shela setelah pakaianya sudah dilepas.

"Jangan bang", ungkap Shela sambil mendorong tubuh gempal dari Rio, tetapi Rio tetap beresi keras mendapatkan lembut tubuh Shela. Penolakan dari Shela dan paksaan dari Rio terkesan seperti pemain gulat yang sedang bergulat di arena, saling kunci mengkunci dan mencari celah untuk melawan.

Karena tidak sabar Shela terus memberontak akhirnya Rio melayangkan lengan besarnya tersebut ke wajah gadis cantik tersebut. Hingga berdarahlah hidung cantik putih milik shela. Belum puas Rio mengambil batu besar dan kemudian menghantamkannya ke kepala Shela. Hancurlah kepala Shela dan kemudian Shela meninggal. Sementara itu Rio, Evan, dan Ringgo yang dalam keadaan telangjang itu tertidur. Dan di sana Shela juga sudah menjadi mayat yang juga dengan keadaan telanjang.

***
"Alhamdulillah lega sekali habis mandi", ungkap Ria usai Sholat dan mandi pagi dan sekarang sedang memakai hijab.

Usai memakai hijab barulah ku duduk di ruang televisi sambil menikmati hangat teh pagi nan manis. Ku ambil remot televisi, dan ku hidupkan untuk bisa mendengarkan kabar hari ini.

"Selamat pagi pemirsa, sesosok mayat perempuan ditemukan dalam keadaan telanjang di trowongan pinggiran kota, sementara itu tidak jauh dari tempat kejadian ada 3 pria yang terkena pengaruh alkohol tertidur pulas yang juga dengan keadaan telanjang". – Astahfirullah biadab sekali– ungkap hati melihat berita,"kejadian pembunuhan dan pemerkosaan ini diperkirakan terjadi pada jam 21:15".

"Loh aku juga melihat ketiga pria itu, tetapi kenapa dia tidak menggangguku, padahal pada pukul 21:00 aku juga lewat di depannya", hati bertanya-tanya tanpa ada yang menjawab.

Tanpa berfikir panjang aku langsung bersiap-siap untuk menghampiri para pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut di kantor polisi.

"Pak aku mau bertemu dengan ketiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di terowongan", ungkapku kepada pihak kepolisian.

Dan disediakanlah aku ruangan khusus untuk mengobrol dengan ketiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Aku duduk di ruangan tersebut dan kemudian tidak lama datanglah petugas dengan membawa ketiga preman seperti yang ku lihat di trowongan malam tadi.

"Aku mau bertanya kepada kalian", ungkapku dengan sedikit nada tegas kepada ketiga preman.
"Katakanlah", ungkap evan.

"Tadi malam aku melihat kalian di trowongan, dan kalian juga melihatku melintasi trowongan, mengapa kalian tidak berbuat jahat kepadaku, tetapi kepada perempuan yang sudah tergeletak menjadi mayat dengan keadaan telanjang saat ini", ungkapku memandang ketiga preman penuh dengan rasa penasaran.

"Tentu kami tidak berani kepadamu, karena kau berjalan dengan seorang laki-laki besar berjubah, tentulah dari ukuran badan kami pasti kalah walaupun kami bertiga", ungkap Evan.

Hati bertanya-tanya dengan pernyataan si preman, padahal aku pulang dan melintasi trowongan itu sendirian. Yah mungkin tuhan telah mengerahkan pasukannya untuk menjagaku sehingga nasib naas yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan tidak terjadi kepadaku. Alhamdulillah ternyata iman tidak hanya menolongku di Akherat, di duniapun iman telah menjaminku terhidar dari macam mara bahaya. Merugilah orang yang tidak punya iman. (Arif Purwanto)

---oOo---

Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saat ini versi bahasa Inggris dari cerpen tersebut belum bisa dibagikan. Mohon maklum, banyak keterbatasan yang harus diatasi. Meski begitu kami akan berusaha secepatnya untuk melengkapi cerita-cerita yang ada dengan versi lain sebagai media belajar.