Tuesday, July 18, 2017

Cerita Bahasa Inggris, Kesepian di Yogyakarta

Untuk yang hobi membaca cerita, kali ini kita akan membuat cerita bahasa Inggris dari sebuah cerpen yang cukup menarik. Cerpen ini tentang sebuah perjalanan hidup seseorang yang merasa sepi padahal ia tinggal di kota besar. Yogyakarta kan kota besar, benar tidak, kok bisa kesepian?


Ya, niatnya nanti cerita yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia ini akan dialihkan ke bahasa Inggris. Namun begitu, sangat sayang jika kita melewatkan naskah aslinya seperti apa. Nanti kan kalau sudah dirubah bisa saja berbeda arti, benar tidak? 

Maka dari itu pertama kita akan membaca cerita ini dalam versi asli. Setelah itu, khusus untuk yang mencari cerpen bahasa Inggris, atau yang ingin membaca cerita dalam bahasa Inggris bisa mengunduh dan menerjemahkan teks ceritanya sendiri. Yuk, kita lihat seperti apa kisahnya.

Kesepian di Yogyakarta
Cerita Oleh Arif Purwanto

Minggu yang begitu ramai, jalanan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, semuanya dipenuhi oleh muda-mudi yang yang saling bergandengan satu sama lain. Sementara itu aku tidak bergandengan dengan siapapun, jangankan bersama pacar, sama teman saja tidak. 

Kalau hanya teman memang aku punya teman di Jogja ini, tetapi bicara pacar, sudah satu tahun lebih aku berada di Jogja belum jua mendapatkan seorang kekasih.

Aku bekerja sebagai oficce boy, di sebuah tempat perbelanjaan di Jogja. Tugasku sangat mulia membersihkan yang kotor, dan mengenyahkan yang kotor-kotor dari muka bumi ini. Tetapi di sisi lain orang lain memandang pekerjaan sebagai office boy adalah pekerjaan rendahan. 

Ya biarlah orang berkata apa tentang pekerjaanku ini, yang terpenting aku mengerjakannya dengan bahagia karena aku bekerja dengan niat hati tulus dan tidak mencuri.

Pelanggan yang datang ke sebuah pusat perbelanjaan hari ini memang cuku padat, sedangkan areal kekuasaanku menjadi lalu lalang yang ingin membuang hajat. Ya ini salah satu yang tidak ku suka dari pekerjaan office boy, aku bisa melihat orang datang menemuiku ditempat kekuasaanku hanya bila ada orang yang ingin buang hajat. 

Sedangkan orang yang tidak mempunyai keinginan untuk buang hajat tidak ada niatan untuk melintasi kekuasaanku dan melihat kegiatanku.

Itupun terasa gundah di hati, yang mana tidak ada perhatian dari orang-orang yang aku lihat berlalu lalang melintasi tempat kekuasaanku. Sedang di sana aku selalu mengerti mereka, dan melayani mereka dengan sepenuh hati. 

Tetapi seiring berjalannya waktu aku sangat sadar bahwa memang aku sedang menjalankan tugas yang sangat mulai, sehingga bisa atau tidak bisa sanggup atau tidak sanggup aku harus tetap bertahan. Lagi pula mau kerja apa lagi selai office boy di Jogja ini.

Terlebih aku bukan asli Jogja, hanya saja aku memiliki saudara di Jogja, sehingga merekalah yang sedikit banyaknya menghilangkan rasa kesepianku di wilayah orang ini. 

Sementara itu asalku adalah Lampung, tetapi ibu dan bapakku adalah orang Jawa yang memang berasal dari Jogja. Kini aku kembali ke tanah lahir orang tuaku, untuk mencari dan mengadu nasib baik.

Istirahat siang sudah datang waktu, tidak lama hanya satu jam, aku habiskan untuk makan dan menutup mata sejenak. Sementara itu sisa waktunya aku gunakan untuk sholat menunaikan kewajiban, menyeru dan bermunajat kepada tuhan agar jalanku dipermudah, serta diberi ridho.

Satu jam berlalu aku juga harus melanjutkan pekerjaanku, hingga nanti sampai jam tiga sore. Beruntung kerja hanya delapan jam, tetapi upah UMK, ya meski terkadang juga masih kurang tetapi aku selalu mensyukurinya. 

Ini adalah akhir pekan dimana muda-mudi banyak menghabiskan masa liburannya. Aku ingin berjalan-jalan berkeliling Jogja ke destinasi yang indah untuk membuat fikiranku lebih tenang.

Mulai ku hubungi semua temanku untuk ku ajak berlibur, dan ternyata tidak ada satupun teman yang bisa ikut denganku karena sudah mempunyai kesibukan lain. 

Kadang benak berfikir apakah ini yang dinamakan teman, sedang aku selalu ada untuk mereka tetapi mereka tidak selalu ada untuku. Ya tetapi ya sudahlah hati mencoba tegar mengihlaskan yang sudah terjadi, yang terpenting mereka semua masih mau mengakuiku sebagai teman.

Aku bisa pergi sendiri untuk menikmati hari mingguku, ya meski tidak dengan siapapun, tetapi yakin pasti aku tetap bahagia.

Malam sudah datang malam yang sangat jahat bagi para jomblo ya maka dari itu malam minggu aku habiskan untuk berbaring menunggu tidur di kamarku. Rencana pagi esok adalah Kalibiru di sanalah tempat yang asri, indah serta jauh dari hiruk pikuk dunia yang sibuk. 

Yang ada adalah orang yang berbahagian menjalani liburan dengan pasangan, keluarga, dan saudar, atau juga teman. Biarlah aku sendiri dari pada menghabiskan minggu di dalam kamarku ini.

Perlahan tapi pasti mata ini mulai berat, hingga secara tidak sengaja mata ini terpejam hingga ingatan lupa segalanya. 

Angin yang berhembus sili berganti ada yang tenang ada yang kuat dan ada yang setengah tenang dan setengah kuat. Terlebih bila waktu sudah masuk jam malam angin tenangpun begitu terasa menusuk tulangku.

Pagi menjelang begitu singkat ku rasakan aku bangun dari ranjangku dan mulai mandi untuk segera bersiap-siap. Setelah mandi aku berkumpul dengan saudaraku yang merupakan paman dan bibiku. Mereka nampak begitu bahagia hari minggun ini di sana berkumpul di meja makan.

"Paman, bibi, hari ini aku mau pergi berjalan-jalan ke kalibiru, kemungkinan pulang sore" ucapku berpamitan kepada paman dan bibiku.

"Iya Za, yang terpenting kau berhati-hati ketika dijalan jangan ngebut-ngebut" ucap bibi dan pamanku.

Usai sarapan pagi aku mulai berangkat menggunakan sepeda motorku. Hari yang cerah menambah semangat kepergianku untuk menikmati alam Jogja pagi ini. 

Sementara itu lalu lintas sedikit tenang karena tidak ada aktivitas produksi di perusahaan-perusahaan, yang ada muda-mudi yang berbahagia ria berjalan berpasang-pasangan.

Sesampainya aku di Kalibiru, aku duduk di bawah pohon yang rindang di sana pemandangan desa begitu jelas terlihat dari ketinggian. Di sisi lain udara juga masih begitu asri dan sangat memanjakan nafas. Mata juga ikut dilayani dengan baik dari berupa hamparan tanaman hijau yang berjejer secara tidak beraturan.

Aku memesan sebuah es kelapa muda dengan diberi susu kental manis dan madu, ini semakin menygarkanku di sini. Ini indah sekali anda aku bisa terbang aku bisa lebih menikmati segala keindahan dari ketinggian yang jauh lebih dekat dengan apa yang ingin ku lihat. 

Termasuk desa kecil yang hanya beberapa rumah di sana. Aku ingin melihatnya tepat dari atas, tetapi memang takdir tidak memberikanku sayanp untuk bisa terbang.

Ya sukuri apa yang ada saja, ini sudah cukup membuatku bahagia dari pada hanya sekedar menatap kamar mandi yang selalu ku bersihkan setiap hari. 

Ini lebih indah bagiku, belum lagi kelapa muda ini begitu segar hingga mengobati dahagaku. Sedang di bawah aku lihat banyak orang yang juga berjalan untuk menikmati permainan yang disediakan oleh penyedia tempat ini.

Permaianannya berupa rumah pohon, dan masih banyak lagi, di sana kita bisa melihat pemandangan dari yang kita inginkan. Sehingga dengan menaiki rumah-rumah pohon yang disediakan kita bisa lebih banyak melihat objek pemandangan yang ada di Kalibiru ini. 

Terlebih cuaca hari ini begitu cerah sangat memanjakan para pengunjung dan aku khususnya untuk tetap berlama-lama di sini mengambil gambar dari objek pemandangan yang indah, dan menakjubkan ini. Mudah-mudahan suatu saat aku bisa kembali lagi di sini dengan membawa pasanganku.(Arif Purwanto)