Thursday, July 13, 2017

Contoh Artikel Berita Bahasa Inggris tentang Perempuan

Masih lanjut membahas mengenai artikel dalam hal ini adalah teks berita bahasa Inggris, kali ini yang akan kita bahas adalah tentang perempuan atau wanita. Kalau dibandingkan dengan teks yang kita bahas sebelumnya, berita kali ini sedikit lebih panjang yaitu mencapai sekitar 540 kata. Seperti apakah teks tersebut?


Teks yang akan kita ulas kali ini berjudul “Role of women seen as vital to resisting Islamic extremism”. Teks tersebut diterbitkan oleh situs thejakartapost pada 26 April 2017 yang lalu. Jadi, teks berita ini masih cukup baru juga.

Kalau dalam pembahasan sebelumnya kita sertakan juga teks lengkapnya, maka sepertinya dalam pembahasan artikel kali ini teks berita yang dikutip tidak akan disertakan. Hal ini mengingat teks tersebut lumayan panjang sehingga akan kurang efektif. 

Meski begitu, pada bagian-bagian tertentu tetap akan dikutip kalimat atau paragraf yang dianggap penting untuk disertakan. Jadi pembahasan tetap akan jelas dan bisa diikuti dengan baik. Sekarang, mari kita lihat dari judulnya terlebih dahulu. 

Kita terjemahkan dulu setiap kata yang ada di judul ya. Kata “role” artinya adalah “peran”. Kata “women” artinya “wanita”, dalam bentuk jamak. Selanjutnya kata “seen” bisa diartikan “terlihat”, sedangkan kata “as” artinya “sebagai” atau “seperti”.

Selanjutnya ada kata “vital” yang artinya “sangat penting” atau “sangat diperlukan”. Kata “resisting” berasal dari kata dasar “resist” yang artinya menolak, melawan atau menentang dan terakhir ada “Islamic extrimism” yang dapat diartikan “paham Islam radikal/ekstrim.

Melihat arti dari masing-masing kata pada judul tersebut maka dapat ditarik kesimpulan yaitu terjemahannya kurang lebih menjadi “peran wanita sangat penting untuk melawan paham Islam radikal”. Sekarang kita sudah mendapatkan gambaran isi keseluruhan dari teks berita ini. Benar tidak? Sebelum lebih jauh, mari kita pelajari daftar kata sulit berikut!

Role = peran
Negotiating = negosiasi
Peaceful = damai
Some effect = beberapa efek
Stemming = menangkal
Influence = pengaruh
Violent = kekejaman
Extremist groups = kelompok ekstrim
International seminar = seminar internasional
Shared = berbagi
Experiences = pengalaman
Discussion = diskusi
Threatened = diancam
Directly involved = terlibat langsung
Spread = menyebarkan
Tolerant = toleransi
Survivors = korban selamat
Followers = pengikut
Caused by = disebabkan oleh
Embrace = merangkul
Extremism = paham ekstrimis
Adopt = mengadopsi
Emigrate = berimigrasi, pindah

Sekarang, mari kita lihat isi dari teks berita tersebut. Kita mulai dari alenia paragraf pertama yang berbunyi sebagai berikut. “The role of women in negotiating with and educating communities on peaceful Islamic teachings has proven to have had some effect in stemming the influence of violent extremist groups and healing affected communities, speakers at an international seminar said on Tuesday.” (Sumber: thejakartapost)

Dalam paragraf pembuka di atas, bisa kita lihat bahwa ada sebuah pernyataan tentang pengaruh dari peran wanita dalam membentung pengaruh kekejaman kelompok ekstrimis dan menyembuhkan komunitas yang dipengaruhi. 

Pernyataan tentang peran wanita tersebut disampaikan oleh pembicara di seminar internasional. Pernyataan tersebut tentu saja menjadi sebuah informasi yang tidak bisa begitu saja langsung diterima. Tentu harus ada bukti dan penjelasan lebih lanjut tentang sejauh mana pengaruh atau efek dari peran wanita tadi.

Coba kita lihat lebih jauh pada paragraf berikutnya, apakah ada penjelasan lain yang mendukung pernyataan yang sudah disampaikan di atas. Ya, pada bagian berikutnya, diinformasikan bahwa beberapa pendeta wanita, sarjana, aktivis dari negara-negara mayoritas muslim berbagi pengalaman dalam sebuah diskusi satu hari di fenele ulema. 

Diskusi itu sendiri disebutkan merupakan bagian dari kongres pertama femela ulema yang secara resmi dibuka di Pondok Pesantren Al-Islamy. 

Selanjutnya, pada artikel tersebut dijelaskan bahwa di Nigeria, negara yang diancam oleh gerakan Boko Haram, female ulema mulai terlibat langsung untuk menyebarkan ajaran Islam yang toleran. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Rafatu Abdulhamid. 

Pada paragraf selanjutnya, disertakan kutipan pernyataan dari Abdulhamid secara langsung yang disampaikan kepada thejakartapost. Keterangan tersebut kurang lebih berisi penjelasan bahwa kaum muslimah dapat berperan lebih dari pada pria muslim di bidang pendidikan dan pengajaran. 

Menurutnya, kita bisa mengajarkan kepada orang dan anak-anak bahwa Islam bukan apa yang Boko Haram adopsi, bahwa Islam penuh toleransi dan menjunjung tinggi kedamaian. 

Setelah itu, paragraf berikutnya juga masih memuat penjelasan atau pendapat dari Abdulhamid tersebut. Menurutnya, banyak kaum intelektual muslim, ulama dan aktivis yang mendirikan program pendidikan untuk wanita dan anak-anak tentang pengajaran Islam yang moderat.

Banyak juga yang menyediakan dukungan psikologi, penyembuhan trauma untuk kaum wanita yang selamat dari Islam radikal, termasuk mantan pengikut Boko Haram. Lebih lanjut, pada kalimat berikutnya juga disampaikan bahwa konseling dan program pendidikan merupakan hal yang krusial untuk menyembuhkan komunitas yang menganggap rendah para gadis dan wanita yang telah dilecehkan. 

Selanjutnya, masih dari pendapat yang sama, dijelaskan juga bahwa di Nigeria misalnya, gerakan Islam radikal disebabkan oleh ketidaktahuan dan salah menggunakan pengetahuan Islam. Orang-orang dibuat percaya bahwa menyebabkan kekejaman dan membunuh adalah salah satu bentuk ibadah.

Selain itu, ada juga pembicara lain yaitu dari duta besar Afganistan untuk Indonesia. Duta besar tersebut mengatakan kurang lebih bahwa wanita muslim harus dikenalkan sebagai perunding yang handal karena mereka dapat merangkul orang dengan cara yang lebih efektif dan lebih lembut.

Ada juga dari Pakistan yang juga berbagi cerita dan pengalamannya tentang peran muslimah dalam hal memerangi paham Islam radikal. Pada bagian-bagian selanjutnya dalam artikel ini juga diinformasikan berbagai hal yang keluar dalam dialog tersebut. 

Ada yang mengatakan tentang usaha menyebarkan rasa menghormati kepada orang lain yang memiliki keyakinan dan budaya berbeda dan seterusnya. 

Sampai pada akhir artikel, penjelasan demi penjelasan mengenai pendapat-pendapat yang keluar dalam forum itu disampaikan. Pembicara bukan hanya berbagi masalah tetapi juga berbagi solusi dan saling menguatkan dengan kepercayaan bahwa wanita muslim memang memiliki peran penting dalam masalah yang dibahas. 

Pada bagian akhir sendiri juga diberikan informasi tentang apa yang telah disampaikan oleh seorang aktivis dari Malaysia yaitu Zainah Anwar. Pada kalimat terakhir, dikutip langsung sebuah pernyataan yang sekaligus menjadi penutup artikel berita ini. 

Jika dilihat, secara keseluruhan teks berita dalam bahasa Inggris tersebut memang lumayan panjang. Namun demikian, kebanyakan kata yang digunakan tidaklah terlalu sulit untuk dicerna. Meski bisa dikategorikan memiliki tema yang cukup berat namun tidak banyak istilah-istilah kelas tinggi yang mungkin sulit di nalar. 

Apapun itu, setelah mengupas dan mengulas artikel di atas mudah-mudahan ada hal baik yang bisa kita dapatkan. Semoga teks berita tersebut bisa menjadi salah satu media belajar bagi semua yang membutuhkan. Jangan lupa, pelajari juga beberapa pembahasan lain yang sudah disiapkan dibagian bawah.