Thursday, August 24, 2017

Cerpen Inggris, Me, Mr and Mrs Smith

Cerpen Inggris, Me, Mr and Mrs Smith – lagi ya, kita akan membagikan sebuah kisah menarik yang khusus dan spesial. Kenapa special, karena cerita berikut ini bukan sembarang cerita tetapi cerita yang akan digunakan untuk santai sekaligus untuk belajar. Ya, kita memang sudah pandai dan fasih membaca, tapi dalam bahasa Indonesia.

Cerpen Inggris, Me, Mr and Mrs Smith

Kita disekolah kan memang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris. Nah, tugas kita adalah untuk terus giat belajar dan berlatih agar kita memiliki keterampilan berbahasa yang baik dan lancar. Tentu saja itu tidak mudah tetapi bisa dibuat menyenangkan, yaitu dengan memilih bahan belajar pendukung yang menyenangkan dan menarik.

Salah satu bahan belajar yang bisa dimanfaatkan adalah dalam bentuk sebuah cerita seperti cerpen. Dalam hal ini kita bisa membaca cerita pendek yang sederhana. Selain itu kita juga bisa belajar untuk membuat teks cerpen sendiri, ala kadarnya tetapi yang penting kita memiliki kesempatan untuk belajar lebih sering.

Kita kali ini akan menikmati kisah yang sebenarnya sudah banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun begitu, kisah yang diangkat dari kejadian nyata tersebut tadi dikemas dengan sangat berbeda, lebih mengutamakan kesederhanaan agar lebih mudah dipahami. 

Harapannya, dengan cerita semacam itu kita bisa berlatih bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan dan tidak membuat pusing. Sekaligus, nanti kita bisa menambah kosa kata baru, menghafal kalimat-kalimat pendek dan bahkan bisa juga memperdalam mengenai grammar atau tata bahasa. Lalu, seperti apa cerita kali ini, kita simak saja langsung berikut!

Me, Mr and Mrs Smith

My name is Idha. I lived in a beautiful small town. I have two sisters and one brother. I usually play alone since my brother and sisters study at Jakarta. My father is very busy so is my mother. Early morning, my father was wake up, preparing lot of things and go to the office. My mother seems to be more busy then my father. 

I am still in senior high school. At two o’clock I went home from my school. There was no one at home, as usually. My father went back from work late at night. My mother usually hung out with her friend. I have no one to play with, except my neighbors. 

Yeah, I have Mr and Mrs Smith. They are my second family. Their house is in front of my house. They are already old and have many grandchild but they live alone, only two of them in the house.

Usually, after school I came to their house and play with them. Mrs Smith is very nice. She always gives me a lot of cakes. Mr Smith, he is also kind. He aften tells me a story. Most of my time used for playing with them. 

Sometime, Mr Smith asked me to help him gardening. It was cool, I love gardening. He teaches me many things. He told me how to plant something. He also told me how to take care of the plant. What most interesting was when he take me to the backyard. There were many fruit. He allows me to pick them up if I like.

With Mrs Smith, I usually help her in the kitchen. She often asked me to help her make a cake. She also teaches me how to make healty foods. Beside that, sometimes we also spend hours to go shopping. 

I love Mr and Mrs Smith as I love my parent. After school I never stay at home. Usually I am playing music, singing, playing guitar and much more. Even sometimes I sleep there waiting for my parent.

I love them, I really love them. Mr Smith will be my grandfather and Mrs Smith will be my grandmother. I love them, really love them. 

The End

Kisah yang diangkat dalam cerita pendek tersebut sepertinya lebih cocok kalau dikatakan sebagai cerita curhat, benar tidak? Ya, kurang lebih mungkin begitu. Soalnya ceritanya sangat singkat, dan alurnya juga seperti itu, beda jauh dengan cerpen.

Tapi tidak apa-apa, yang penting kita bisa tetap santai sambil belajar. Ya semoga saja dengan sering membaca cerita-cerita sederhana seperti kita kita bisa tambah lancar berbahasa Inggris. Sekarang, sebelum kita bahas bagaimana isi dari cerpen di atas mari kita pelajari sebentar beberapa kata yang ada dalam daftar berikut.

Town = kota
Sisters = kakak perempuan
Brother = kakak laki-laki
Study = belajar
Busy =sibuk
Work = bekerja
Second = kedua
Usually = biasanya
Nice = baik
Cakes = kue
Story = cerita
Gardening = berkebun
How = bagaimana
Plant = menanam
Take care = merawat
Backyard = halaman belakang
Healty = sehat
Shopping = belanja
Never = tidak pernah

Ada beberapa kosa kata yang bisa kita pelajari dari teks di atas. Dalam daftar di atas yang baru rekan baca, ada kosa kata yang diambil dari cerita. Kosa kata tersebut sudah dilengkapi dengan arti atau terjemahannya sekaligus. Kalau ada kata yang sulit atau belum dikenal sebelumnya silahkan dipahami dan dihafalkan. 

Kembali ke cerpen, kisah dalam cerita singkat di atas berisi tentang seorang anak yang hidup kesepian. Ia tidak memiliki teman bermain. Kedua orang tuanya sangat sibuk dan jarang atau hampir tidak pernah di rumah. 

Sang ayah adalah pekerja kantoran sedangkan ibunya adalah seorang guru yang kekinian. Sebenarnya ia memiliki saudara kandung tetapi kakak-kakaknya tidak ada di rumah karena sudah kuliah di Jakarta.

Pagi buta ayahnya sudah berangkat kerja. Ibunya pun demikian. Sang ayah kalau pulang sudah larut malam sedangkan ibunya kalau siang sering jalan gaul dengan teman-temannya. Anak yang masih sekolah sma tersebut sepulang sekolah akan sendiri di rumah. Untungnya ia memiliki tetangga yang baik yaitu bapak dan ibu Smith.

Bapak dan ibu Smith ini adalah kakek nenek yang tinggal hanya berdua. Rumahnya tepat di depan rumah sang anak tadi. Mereka berdua sangat baik dan sering menjadi teman baginya. Sepulang sekolah ia selalu menghabiskan waktu di rumah kakek dan nenek tersebut.

Di sana, ia sering melakukan banyak aktivitas baik itu yang didalam rumah maupun di luar rumah. Dengan nenek Smith ia sering diajari untuk memasak. Sang nenek senang mengajari dia membuat kue, memasak menu makan dan bahkan diajari juga bagaimana membuat makanan yang lezat dan bergizi.

Sang kakek sering mendongeng. Selain itu ia juga suka berkebun. Ketika ada waktu luang, sang kakek sering mengajaknya untuk berkebun. Sang kakek juga mengajarkan keadanya cara berkebun. 

Ia sangat senang membantu kakek di kebun, apalagi di halaman belakang. Disana banyak sekali tanaman buah. Oleh sang kakek, ia dipersilahkan memetik apapun yang ia inginkan. Tentu saja, ia sangat gembira dan senang sekali. 

Ia begitu mencintai kakek dan nenek Smith. Baginya, mereka berdua adalah keluarga kedua. Baginya mereka adalah kakek dan neneknya sendiri. Untungnya dia, meski dari keluarga super sibuk tapi ia punya tetangga yang sangat baik. 

Begitulah sedikit isi dari cerpen di atas. Lebih detailnya rekan semua bisa membacanya sendiri. Kalau kurang berkenan dengan cerita di atas, lebih baik rekan mencari beberapa cerita lain. Masih ada kok, masih banyak. Beberapa cerita lain bisa rekan pilih dibagian akhir tulisan ini. Silahkan!