Tuesday, September 5, 2017

Contoh Pengalaman Pribadi Bahasa Inggris Singkat

Contoh Pengalaman Pribadi Bahasa Inggris Singkat – baca cerita pengalaman lagi ya, kali ini bagus kok. Ceritanya akan dikemas sedemikian rupa agar sederhana tetapi juga tetap menarik. Yang namanya pengalaman kan memang bisa bagus, membosankan dan lain sebagainya. Tapi tergantung yang cerita juga sih. Kalau pakai bahasa Inggris kira-kira bagaimana ya?

Contoh Pengalaman Pribadi Bahasa Inggris Singkat

Agak lebih sulit sih kalau dibandingkan dengan bercerita menggunakan bahasa Indonesia, apalagi bagi kita yang belum begitu fasih. Lama di prosesnya mungkin. Selain memikirkan kejadian yang akan diceritakan, kita juga harus memikirkan kalimat yang akan diucapkan. Sedikit lebih ribet. Tapi itu bagus kok untuk latihan.

Pengalaman akan membuat kita lebih dewasa. Pengalaman akan membuat kita lebih kuat, apalagi jika kita mau berkaca dan berbenah berdasarkan apa yang sudah dialami. Demikian pun dengan pembaca, melihat apa yang dialami orang lain pun bisa dijadikan pelajaran, dapat dipetik hikmahnya.

Cerita pengalaman berikut ini sifatnya bukan rahasia. Kejadiannya merupakan salah satu kejadian yang mungkin sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal sederhana yang sering kita lihat dalam kehidupan kita namun sebenarnya memiliki pesan dan nasehat yang baik untuk direnungkan. Seperti apa, mari kita ikuti berikut!

Under The Lemon Tree
Contoh Pengalaman Pribadi Bahasa Inggris Singkat

A village child sits uneasy in front of the house. He stood still holding his hand tightly. He held a small stick in his left hand. His eyes stared on the floor. “Late, as usuall…!” He started to curse. The street in front of his house was so quiet. The air was soft but the wind blows quickly. 

For about an hour he waited his friend, Jae. They planned to go to Joya’s Orange groves. Joya was the owner of small orange plantation in the village. Two days before, Joya invied Jae and Dwi to come to the plantation. 

An hour and half, finally Jae arrived in Dwi’s house. “Hi, what take you so long? I have waiting for you more than one hour!” Dwi started to complaint. “I am sorry Wi, my mother asked me to buy something first”, Jae replied.

They did not want lost the time; they went to the Joya’s garden immediately. When they arrived in the garden, Joya was not there. Again, Dwi have to do an unpleasant thing, waiting. “Oh God, where is Joya…!”

No one was in the garden. They confused what should they do. Finally Jae and Dwi sit under the lemon tree, waiting Joya to come. Twelve minutes pass, no sign of Joya. Jae and Dwi was busy playing their own hand. 

Far behind them, there was someone approaching. They did not realize someone is coming. “Hai there… boys what are you doing there!”

Shocked, they jumped and run separately. “Hei… thief…!” Hear people screaming, Jae and Dwi became very afraid. They run as fast as possible in any direction, disappear in the trees.

Few minutes later, there was someone shouting, “Jae… Dwi… where are you guys…!” Joya’s voice breaks the silent. Realizing there was no one there, Joya back to the hut. There in the hut was her father. 

“Dad… do you see two of my friend coming?”
“Which friend?”
“My classmate, two boys…”
“Oh, few minutes ago there were two boys sitting under the lemon tree. When I called them, they run way. I assume they are thief.”
“Oh my Gosh, dedy…”

After listening about her father story, Joya went back to her home. She knows that her friends had come to the garden and went back because of her father. 

From her home, Joya immediately went to Dwi’s house. In Dwi’ house, there was Jae and Dwi sitting in the banch. 

“What an unlucky day! Who was that man who shouts at us?”
“I have no idea who he is”

After some moment, Joya arrived. “Hai guys, what are you doing?” she greeted her friend. “Ah, it is you, Joya. We are still talking about what just happen”, Jae replied.

“Where was you, we have come to the garden but you are not there”, Dwi said. “I am so sorry guys, I was late. My father has told me what was happen”, Joya replied.

“What… your father?” asked Dwi surprised. “Yes, the man who shouted at you was my father”, Joya replied. “Oh my my God…” After asking for apoligize Joya gave them some lemon fruits. Then they eat them together. 

The End

Uh, kalau yang sudah baca pasti tahu bagus tidaknya cerita di atas. Kalau yang belum baca maka siap-siap aja penasaran sampai terbawa mimpi, he… he… Makanya, untuk rekan semua yang belum membaca kisah tersebut silahkan langsung di baca saja. Enggak terlalu panjang juga, jadi enggak bakalan bikin pusing deh.

Bagi rekan yang sudah membaca kisah diatas dan agak bingung dengan alur ceritanya, mari kita bahas saja bersama-sama. Pengalaman pribadi tersebut menceritakan sebuah kisah yang menarik dan unik serta lucu. Sebuah kejadian tak terduga terjadi pada dua orang anak di sebuah kebun jeruk.

Ceritanya, ada dua orang anak yang diundang oleh temannya untuk jalan-jalan ke kebun buah jeruk. Dua orang tersebut bernama Jae dan Dwi. Mereka kemudian janjian untuk bersama-sama ke kebum milik Joya. 

Setelah lama ditunggu, Jae akhirnya datang ke rumah Dwi. Mereka berdua kemudian berangkat ke kebun milik Joya. Sesampainya di kebun tersebut Joya belum ada ditempat. Dwi dan Jae pun terpaksa menunggu.

Tidak tahu harus menunggu dimana, dan tidak tahu juga harus ngapain maka dua orang anak tersebut duduk santai di bawah pohon jeruk sambil menunggu Joya datang. Detik berlalu, menit berganti, yang ditunggu belum juga menampakkan diri.

Dalam penantian tersebut, ketika mereka sedang asyik sendiri tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang berteriak kepada mereka. Karena kaget tidak mendengar ada orang yang datang, mereka pun berhamburan. 

Melihat anak-anak itu melompat dan berlari, sang pria tadi pun spontan meneriaki mereka maling. Mendengar diteriaki maling tentu saja kedua anak tadi langsung takut dan lari tunggang langgang.

Beberapa saat setelah itu Joya sampai ke perkebunan. Ia langsung mengitari kebun, ke sana ke mari mencari teman-temannya. Tidak menemukan temannya, ia kemudian mampir ke gubuk tempat yang biasa ayahnya gunakan untuk beristirahat setelah berkebun. 

Ia pun kemudian bertanya kepada sang ayah apakah sang ayah melihat dua temannya atau tidak. Sang ayah kemudian menceritakan bahwa dia tadi melihat dua orang anak sedang duduk – duduk di bawah pohon jeruk dan kemudian kabur ketiga ditanya.

Merasa ada kesalahpahaman, Joya kemudian pulang dan menyusul dua temannya ke rumah Dwi. Sesampainya disana ia kemudian menjelaskan apa yang terjadi. Akhirnya dua temannya pun maklum. 

Selain itu, sebagai permintaan maaf, Joya tak lupa memberikan satu kresek besar jeruk yang sudah matang. Akhirnya mereka pun makan jeruk tersebut bersama-sama sambil tertawa. 

Cukup bagus, dan lucu juga ya? Itu sih belum seberapa, masih ada banyak cerita seru lain yang bisa rekan baca di situs ini. Jika sudah selesai dengan cerita pengalaman di atas silahkan baca juga cerita bahasa Inggris lainnya yang ada dibagian bawah.